URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hotel Aruss Semarang yang berlokasi di Jalan dr. Wahidin No. 116 Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang mengadakan soft opening pada Selasa (15/3/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Adakan Soft Opening, Hotel Aruss Semarang Siap Menerima Tamu

Adakan Soft Opening, Hotel Aruss Semarang Siap Menerima Tamu

Adakan Soft Opening, Hotel Aruss Semarang Siap Menerima Tamu

featured-img

SEMARANG – Hotel Aruss Semarang yang berlokasi di Jalan dr. Wahidin No. 116 Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang mengadakan soft opening pada Selasa (15/3/2022).

Bagi masyarakat yang membutuhkan penginapan dengan nuansa yang nyaman dan bersih, Hotel bintang 4 tersebut kini telah menerima tamu dengan membuka satu lantai pertama dengan total 40 kamar.

Adapun fasilitas yang dapat dinikmati terhadap tamu pada periode soft opening ini antara lain Serajoe Restaurant, kolam renang outdoor yang panjangnya mencapai 22 meter, in-room spa dan massage, web corner dan fasilitas business center yang terdapat di lobby.

“Setelah pembukaan satu lantai ini, pada akhir Maret 2022 akan menyusul pembukaan ruang pertemuan di lantai 3, kamar tamu di lantai 7 dan 8, serta Juwana Jogging Track di lantai 7 yang akan menjadi jogging track tertinggi di Kota Semarang,” ujar General Manager Hotel Aruss Semarang, Sendek Prawinko disela-sela acara.

Ia menambahkan, Hotel Aruss Semarang dibangun dengan memanfaatkan lahan milik pemilik yang telah ada seluas 3.575 m2. Lokasinya yang berdekatan dengan akses keluar dan masuk tol Jatingaleh inilah yang sangat strategis.

Selain itu, Hotel Aruss Semarang juga menempati posisi di daerah Semarang atas dengan pemandangan Kota Semarang yang dapat terlihat 360 derajat dari rooftop dimana berdekatan dengan kawasan wisata Kota Semarang, pusat perbelanjaan, juga sentra bisnis dan kantor pemerintahan.

“Hotel Aruss Semarang dapat menjadi pilhan tepat bagi para tamu yang melakukan perjalanan bisnis dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang,” bebernya.

Dirinya menyebut, Hotel Aruss Semarang memiliki 147 kamar terdiri dari kamar Deluxe, Deluxe Premier, Executive, Junior Suite, dan Aruss Suite. Hotel ini menyediakan fasilitas lengkap untuk tamu dengan tujuan perjalanan bisnis maupun wisata.

Sepuluh ruang pertemuan dan satu ballroom tersedia untuk memenuhi kebutuhan rapat, seminar, hingga acara ulang tahun dan pernikahan. Sebuah multifunction hall tersedia di rooftop dengan pemandangan Kota Semarang yang bisa disaksikan dari dinding-dinding kacanya.

“Hotel ini juga memiliki dua restoran, satu berlokasi di lantai 3 yaitu Serajoe Restaurant yang menyajikan menu-menu Indonesia, Asia, dan menu lokal serta restoran lainnya berada di rooftop yaitu Vue Resto & Lounge yang menyajikan menu-menu Western,” paparnya.

“Fasilitas lain yang tersedia antara lain kolam renang, jogging track, tiga lantai area parkir, fitness center, sauna, spa and massage, kids club, ATM Center, dan Web Corner di lobby,” imbuhnya.

Dalam masa soft opening ini Hotel Aruss Semarang memberikan harga promo sebesar Rp. 599.000,00 untuk Deluxe Room Breakfast ditambah dengan diskon 10% untuk tamu yang menginap di hari Minggu – Kamis. Penawaran istimewa ini hanya berlaku untuk pemesanan melalui website resmi Hotel Aruss Semarang di www.hotelaruss.com.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon