URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejak diberlakukannya Surat Edaran (SE) Kemenhub nomor 25 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19 tanggal 8 Maret 2022, KAI Daop 4 Semarang per tanggal 23 Maret 2022 melakukan penyesuaian operasional pelayanan rapid test antigen di beberapa stasiun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

AI Daop 4 Semarang Tutup Layanan Rapid Test Antigen di 5 Stasiun

AI Daop 4 Semarang Tutup Layanan Rapid Test Antigen di 5 Stasiun

AI Daop 4 Semarang Tutup Layanan Rapid Test Antigen di 5 Stasiun

featured-img

Sejak diberlakukannya Surat Edaran (SE) Kemenhub nomor 25 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19 tanggal 8 Maret 2022, KAI Daop 4 Semarang per tanggal 23 Maret 2022 melakukan penyesuaian operasional pelayanan rapid test antigen di beberapa stasiun.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro menyebutkan, beberapa stasiun yang sudah tidak melayani rapid test antigen diantaranya Stasiun Semarang Poncol, Ngrombo, Pemalang, Cepu dan Weleri.

Minimnya pengguna layanan menjadi alasan layanan rapid test antigen tidak beroperasi lagi. Dalam sehari, rata-rata calon pelanggan yang menjalani tes antigen hanya 15 hingga 30 orang saja. Padahal sebelumnya, saat calon pelanggan kereta api jarak jauh diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif Covid-19, jumlah calon pelanggan yang menjalani tes antigen dalam sehari bisa mencapai 200 hingga 600 orang.

Dengan persyaratan terbaru sesuai SE Kemenhub nomor 25 tahun 2022 tersebut, bagi calon pelanggan yang telah melakukan vaksinasi dosis kedua atau ketiga (booster) kini tak diwajibkan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau RT-Antigen.

Sedangkan bagi calon pelanggan yang masih menjalani vaksin dosis pertama maupun tidak bisa vaksin karena alasan medis, calon pelanggan tetap wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR ataupun RT-Antigen.

Saat ini di wilayah Daop 4 Semarang yang masih melayani pelayanan rapid test antigen seharga Rp35.000 diantaranya Stasiun Semarang Tawang dengan jam pelayanan dari jam 07.00 – 19.00 WIB, Stasiun Tegal dengan jam pelayanan dari jam 08.00 – 16.00 WIB, dan Stasiun Pekalongan dengan jam pelayanan dari jam 09.00 – 17.00 WIB.

Untuk validasi data vaksinasi pelanggan, KAI telah mengintegrasikan sistem tiket KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi. Hasilnya, data vaksinasi pelanggan dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

“KAI terus memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk bisa naik kereta api,” jelas Krisbiyantoro.

Untuk mengakomodir para pelanggan di Stasiun Semarang Poncol, Ngrombo, Pemalang, Cepu dan Weleri yang membutuhkan pelayanan rapid test antigen sebagai syarat dalam menggunakan transportasi KA, berikut kami informasikan, lokasi, jam pelayanan, dan harga pelayanan rapid test antigen yang berada di wilayah stasiun.

Stasiun Semarang Poncol:
1. Puskesmas depan stasiun, jam pelayanan 08.00 – 19.00 WIB, harga Rp85.000

Stasiun Cepu:
1. Klinik Bina Migas, jam pelayanan 24 jam, harga Rp70.000
2. Klinik Bagas, jam pelayanan 24 jam, harga Rp60.000
3. Klinik Mitra 10, jam pelayanan hari Senin s.d. Sabtu 08.00 – 21.00 WIB, harga Rp70.000

Stasiun Pemalang:
1. RS Prima Media, jam pelayanan 08.00 – 17.00 WIB, harga Rp70.000
2. Laboratorium Cito Pemalang, jam pelayanan 08.00 – 14.00 WIB, harga Rp99.000

Stasiun Ngrombo:
1. Klinik Ngudi Waras, jam pelayanan 24 jam, harga Rp100.000

Stasiun Weleri:
1. Klinik Karunia Medika, jam pelayanan 24 jam, harga Rp80.000
2. RSI Kendal, jam pelayanan Senin s.d. Jumat 08.00 – 19.00 WIB, Sabtu s.d. Minggu 08.00 – 13.00 WIB, harga Rp85.000
3. Puskesmas Weleri, jam pelayanan 08.00 – 10.00 WIB, harga Rp85.000

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan