URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Aksi bejat kakek berinisial SWN (60) yang melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis penyandang disabilitas tuna wicara di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Aksi Bejat Kakek Perkosa Gadis Penyandang Disabilitas Tuna Wicara Asal Pati

Aksi Bejat Kakek Perkosa Gadis Penyandang Disabilitas Tuna Wicara Asal Pati

Aksi Bejat Kakek Perkosa Gadis Penyandang Disabilitas Tuna Wicara Asal Pati

Ilustrasi
featured-img

SEMARANG – Aksi bejat kakek berinisial SWN (60) yang melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis penyandang disabilitas tuna wicara di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudussy menegaskan, kasus bejat ini sudah dilaporkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pihak kepolisian.

“Polres Pati sudah menerima laporan, dan kasus ini menjadi prioritas kami untuk segera membuat terang perkara,” kata Iqbal kepada wartawan Rabu (12/1/2022).

Sementara itu, tokoh pemuda sekaligus pendamping korban, Nur Khamim mengatakan, aksi cabul pelaku telah dilakukan berkali-kali hingga korban sudah mengandung selama 6 bulan.

“Saya kurang tahu aksinya sudah dari kapan tapi yang jelas korban saat ini sudah hamil 6 bulan,” paparnya.

Ia menjelaskan, pemerkosaan itu biasa dilakukan pelaku saat kondisi sepi di taman kanak-kanak (TK) tempat korban mencari nafkah ketika bekerja sebagai petugas kebersihan.

“Menurut keterangan korban melalui budhenya (tante), (pemerkosaan) dilakukan di dapur sekolahan TK. (Pelaku) mencegat (korban), ditunggunya (korban) masuk sekolah. keterangan si ditarik, dibawa ke dapur. Pas belum ada orang sekitar jam 6 atau sekitar setengah 6,” bebernya.

Aksi bejat kakek cabul itu terbongkar saat orang tua korban mencurigai korban tidak mengalami fase menstruasi. Curiga korban menderita suatu penyakit, akhirnya keluarga memeriksakan korban ke puskesmas.

“Terus bilang sama pelapor terus curiga, ada tumor atau apa. Pas ke bidan positif hamil, kita mendampingi ke Puskesmas untuk tes kehamilan, dan menurut dokter Puskesmas sudah hamil 6 bulan. Kondisi ibu korban juga lumpuh,” imbuh dia.

Saat ini, pendamping bersama pihak keluarga korban telah melaporkan kasus pemerkosaan ini ke pihak kepolisian. Ia berharap pelaku dapat mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Kami kemarin pendampingan pelaporan keluarga korban ke Polres Pati melalui unit PPA dan sudah di terima pelaporan kami. Kami harap pelaku dapat dihukum seberat beratnya,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon