URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Empat SPPG di Kota Salatiga menghentikan sementara layanan Program Makan Bergizi Gratis. Penghentian dilakukan Satgas MBG bersama pengelola SPPG di Salatiga sejak 15 Desember 2025 akibat keterlambatan pencairan dana pusat, sehingga operasional dihentikan sambil menunggu pembayaran agar tidak melanggar aturan pendanaan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Alasan Terkendala Dana, 4 SPPG di Salatiga Hentikan Operasional, Siswa Kecewa

Alasan Terkendala Dana, 4 SPPG di Salatiga Hentikan Operasional, Siswa Kecewa

Alasan Terkendala Dana, 4 SPPG di Salatiga Hentikan Operasional, Siswa Kecewa

Empat SPPG di Kota Salatiga menghentikan sementara layanan Program Makan Bergizi Gratis. Penghentian dilakukan Satgas MBG bersama pengelola SPPG di Salatiga sejak 15 Desember 2025 akibat keterlambatan pencairan dana pusat, sehingga operasional dihentikan sambil menunggu pembayaran agar tidak melanggar aturan pendanaan.
Foto Arief Rasika
Ketua Satgas MBG Kota Salatiga yang juga Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Salatiga, Jawa Tengah, terpaksa menghentikan sementara operasionalnya sejak Senin (15/12/2025). Penghentian tersebut dilakukan akibat keterlambatan pencairan dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Empat SPPG yang berhenti sementara meliputi SPPG Dukuh, Kecamatan Sidomukti; SPPG Ledok, Kecamatan Argomulyo; SPPG Kecandran, Kecamatan Sidomukti; serta SPPG Turusan Kidul, Kecamatan Sidorejo.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kepada rasikafm.com, Ketua Satgas MBG Kota Salatiga, Nina Agustin, menyampaikan bahwa penghentian operasional SPPG tidak hanya terjadi di Salatiga, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Penyebab utamanya adalah belum adanya pembayaran dana operasional dari pemerintah pusat.

“SPPG yang sementara tidak dapat beroperasi karena belum ada pembayaran. Memang dari pusat ada sistem yang harus dibenahi dulu,” kata Nina Rabu (17/12/2025). Hal ini mengakibatkan 12.000 siswa terdampak atas Penghentian Sementara SPPG.

Berdasarkan informasi dari tim Badan Gizi Nasional (BGN), lanjut Nina, pencairan dana SPPG diperkirakan akan diselesaikan sekitar 25 Desember 2025. Akibat penghentian sementara empat SPPG tersebut, sedikitnya 12.000 siswa di Salatiga belum dapat menikmati program MBG.

“Saya berharap SPPG berhenti tidak terlalu lama ya. Karena ini sangat berdampak bagi anak-anak penerima manfaat,” ujar Nina.

Nina menjelaskan, penghentian operasional terpaksa dilakukan karena aturan yang berlaku tidak memperbolehkan SPPG menjalankan program dengan sistem utang atau dana talangan. Oleh sebab itu, SPPG hanya dapat menunggu hingga dana dari pemerintah pusat dicairkan.

“Untuk SPPG lainnya di Salatiga masih ada tujuh SPPG yang masih beroperasi normal. Karena dana dari pemerintah pusat masih cair. Hanya ada empat SPPG yang sementara berhenti beroperasi,” ungkap Nina.

SPPG Dukuh Tetap Beraktivitas Meski Distribusi MBG Dihentikan

Sebelumnya, SPPG Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, terpaksa menghentikan sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin (15/12/2025) karena dana operasional dari pemerintah pusat belum cair.

Pantauan di SPPG Dukuh yang berlokasi di Jalan Nakula Sadewa, Kelurahan Dukuh, menunjukkan aktivitas dapur tetap berlangsung meski distribusi makanan dihentikan. Petugas memanfaatkan masa jeda ini untuk melakukan pembersihan menyeluruh di area dapur.

Pembersihan meliputi peralatan memasak, wadah makanan, tempat pencucian, hingga area pengolahan makanan. Selain itu, petugas juga menata ulang peralatan MBG serta membersihkan kendaraan operasional SPPG.

Kepala SPPG Dukuh, Bekti Larasati, mengatakan penghentian sementara tersebut berdampak langsung pada pendistribusian makanan bergizi ke sekolah-sekolah.

“Kami terpaksa menghentikan sementara distribusi MBG karena dana operasional belum cair. Penghentian ini dilakukan mulai hari ini, Senin (15/12/2025), untuk kapan dimulai operasional lagi, kami belum bisa mengonfirmasi,” terang Laras, Senin (15/12/2025).

Akibat penghentian sementara ini, sebanyak 3.386 siswa penerima manfaat, mulai dari jenjang kelompok bermain (KB) hingga SMK di sembilan sekolah, belum dapat menikmati program MBG hingga waktu yang belum dapat dipastikan.

Sementara itu akibat berhentinya layanan MBG, Danang Atmojo salah seorang siswa di Salatiga mengaku kecewa karena siang hari tidak dapat makan gratis seperti biasa. “Saya kecewa tapi mau bagaimana lagi”, Ujarnya Polos.

Nina saat berikan keterangan media

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon