URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah siswa SD dan SMP di Salatiga memaparkan hasil riset isu perkotaan dalam audiensi bersama Bappeda, Senin (4/5/2026), dengan menyoroti penurunan debit mata air dan kondisi ruang terbuka hijau, sebagai bagian pembelajaran berbasis proyek yang mendorong solusi nyata melalui observasi dan wawancara lapangan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Audiensi ke Bappeda, Siswa SD di Salatiga Sebut Sejumlah Mata Air Alami Penurunan Debit

Audiensi ke Bappeda, Siswa SD di Salatiga Sebut Sejumlah Mata Air Alami Penurunan Debit

Audiensi ke Bappeda, Siswa SD di Salatiga Sebut Sejumlah Mata Air Alami Penurunan Debit

Siswa SD di Salatiga saat lalukan audiensi dengan Bappeda
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hal ini terungkap saat sejumlah siswa dari SD School of Life Lebah Putih dan SMP Arunika menyampaikan hasil riset mereka tentang isu-isu perkotaan dalam audiensi bersama Bappeda Kota Salatiga, Senin (4.5.2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari model pembelajaran berbasis proyek yang mendorong siswa terlibat langsung dalam persoalan nyata di Kota Salatiga. Siswa memaparkan temuan berbasis observasi lapangan dan wawancara.

Keyna, salah satu perwakilan siswa, menyoroti kondisi sumber mata air di Salatiga. Ia menyebutkan bahwa sejumlah mata air mengalami penurunan debit akibat kurangnya perawatan.

“Perlu ada edukasi yang lebih masif kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar sumber mata air, agar pelestarian bisa dilakukan bersama,” ujar Keyna.

Siswa lain, Zaira menyoroti kondisi ruang terbuka hijau yang dinilai belum optimal. Ia menekankan pentingnya taman kota yang aman dan nyaman digunakan masyarakat. “Ruang terbuka hijau harus bisa diakses semua orang tanpa rasa khawatir, baik karena kondisi licin, kotor, maupun minimnya pepohonan,” katanya.

Perwakilan Bappeda, Azis Muslim, mengapresiasi kedalaman riset yang dilakukan para siswa. Menurutnya, pendekatan yang digunakan sudah mencerminkan metode penelitian yang sistematis.

“Temuan yang disampaikan tidak hanya berbasis opini, tetapi juga dilengkapi data dan hasil wawancara. Ini menjadi masukan berharga bagi perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Disisi lain sekolah berharap langkah kecil para siswa tidak berhenti sebagai presentasi semata, tetapi menjadi pemantik aksi nyata lintas pihak. Pemerintah kota, komunitas, dan masyarakat diajak membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan melibatkan suara anak dalam setiap perencanaan pembangunan di Kota Salatiga.

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah