RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hal ini terungkap saat sejumlah siswa dari SD School of Life Lebah Putih dan SMP Arunika menyampaikan hasil riset mereka tentang isu-isu perkotaan dalam audiensi bersama Bappeda Kota Salatiga, Senin (4.5.2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari model pembelajaran berbasis proyek yang mendorong siswa terlibat langsung dalam persoalan nyata di Kota Salatiga. Siswa memaparkan temuan berbasis observasi lapangan dan wawancara.
Keyna, salah satu perwakilan siswa, menyoroti kondisi sumber mata air di Salatiga. Ia menyebutkan bahwa sejumlah mata air mengalami penurunan debit akibat kurangnya perawatan.
“Perlu ada edukasi yang lebih masif kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar sumber mata air, agar pelestarian bisa dilakukan bersama,” ujar Keyna.
Siswa lain, Zaira menyoroti kondisi ruang terbuka hijau yang dinilai belum optimal. Ia menekankan pentingnya taman kota yang aman dan nyaman digunakan masyarakat. “Ruang terbuka hijau harus bisa diakses semua orang tanpa rasa khawatir, baik karena kondisi licin, kotor, maupun minimnya pepohonan,” katanya.
Perwakilan Bappeda, Azis Muslim, mengapresiasi kedalaman riset yang dilakukan para siswa. Menurutnya, pendekatan yang digunakan sudah mencerminkan metode penelitian yang sistematis.
“Temuan yang disampaikan tidak hanya berbasis opini, tetapi juga dilengkapi data dan hasil wawancara. Ini menjadi masukan berharga bagi perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Disisi lain sekolah berharap langkah kecil para siswa tidak berhenti sebagai presentasi semata, tetapi menjadi pemantik aksi nyata lintas pihak. Pemerintah kota, komunitas, dan masyarakat diajak membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan melibatkan suara anak dalam setiap perencanaan pembangunan di Kota Salatiga.