URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Intelijen Negara Binda Jateng selenggarakan vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat, kegiatan serentak ini juga bersamaan pelaksanaannya di 7 wilayah lain yakni Semarang, Kendal, Magelang Wonosobo, Banyumas Banjarnegara dan Brebes.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Tengah Gelar Vaksinasi Massal di Tengaran

Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Tengah Gelar Vaksinasi Massal di Tengaran

Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Tengah Gelar Vaksinasi Massal di Tengaran

featured-img

Untuk pertama kalinya di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Badan Intelijen Negara Binda Jateng selenggarakan vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat, kegiatan serentak ini juga bersamaan pelaksanaannya di 7 wilayah lain yakni Semarang, Kendal, Magelang Wonosobo, Banyumas Banjarnegara dan Brebes.

Kegiatan vaksinasi itu melibatkan sekitar 310 nakes di 7 wilayah tersebut dengan target peserta vaksin sebanyak 7.620 orang. Vaksinasi anak pelajar usia 6-11 tahun diselenggarakan di 6 Kabupaten denggan menggunakan vaksin jenis sinovac yaitu Kabupaten Semarang, Kendal, Magelang, Wonosobo, Banyumas dan Banjarnegara.

Pantauan Rasika FM pelaksanaan Vaksinasi di Tengaran bertempat di SD 01 Karang Duren, Tengaran.

Sementara itu Binda Jateng sendiri juga melaksanakan vaksinasi terhadap warga masyarakat di kabupaten Brebes. Vaksinasi terhadap warga selain mendirikan sentra vaksin, Binda juga melakukan jemput bola, terutama ditujukan untuk lansia yang memiliki keterbatasan untuk datang ke lokasi Vaksin.

Dwi Syaiful Noor Hidayat Plt Kadinkes saat diwawancarai Rasika

Dengan vaksin harapannya semakin banyak warga yang kebal akan Masuknya varian baru covid-19 jenis omicron ke Indonesia, sehingga masyarkat yang belum divaksin diharapkan segera melakukan vaksin. Demikian juga kepada masyarakat dan pelajar yang telah divaksin juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker setiap melakukan aktivitas, mencuci tangan dan menjaga jarak. Harapannya pembelajaran tatap muka dapat terlaksana, dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Sementara itu Bisma, siswa Kelas 2 SD Karangduren 04 Tengaran mengaku tidak takut saat disuntik. “rasanya seperti digigit semut saja, saya juga akan mengabari teman lain agar jangan takut divaksin” ujarnya

Vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun dikabupaten Semarang sendiri diharapkan akan selesai pada februari mendatang, hal ini disampaikan oleh Dwi Syaiful Noor Hidayat SKM. MM. Plt Kadinkes kabupaten Semarang.

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi