URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penemuan bangkai kambing di Sungai Serang, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang perlahan menemui titik terang. Aparat kepolisian menemukan beberapa petunjuk penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bangkai Kambing Dibuang di Sungai Serang, Polisi Dapatkan Petunjuk Penting

Bangkai Kambing Dibuang di Sungai Serang, Polisi Dapatkan Petunjuk Penting

Bangkai Kambing Dibuang di Sungai Serang, Polisi Dapatkan Petunjuk Penting

featured-img

UNGARAN – Penemuan bangkai kambing di Sungai Serang, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang perlahan menemui titik terang. Aparat kepolisian menemukan beberapa petunjuk penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dalam keterangannya menyampaikan pihaknya telah meminta keterangan dari satu orang yang diduga ikut membantu membuang bangkai kambing tersebut ke sungai.[irp posts=”38731″ name=”Bangkai Kambing di Sungai Serang Bertambah Jadi 97 Ekor, Semuanya Positif PMK”]

“Alhamdulillah ada beberapa progres positif. Kami gerak cepat dan satu orang warga Tengaran telah kami periksa,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mapolres Semarang, Rabu (22/6/2022).

Dijelaskan Yovan dari keterangan awal saksi yang telah diperiksa, pihaknya sudah mengantongi identitas dua orang yang lain.

“Informasi yang kami dapatkan, dua orang ini minta tolong kepada sebuah jasa ekspedisi yang biasa mengangkut ternak dari Sumatera menggunakan 2 unit truk,”

“Berhubung yang diangkut ini sudah menjadi bangkai, mereka meminta kepada rekannya yang ada di Tengaran untuk membantu membuang dengan imbalan Rp100 ribu. Ternyata dibuang di Sungai Serang,” kata Yovan.

Pihaknya masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif serta dari mana bangkai kambing itu berasal.

“Kita juga akan datangkan saksi ahli untuk menggali lebih dalam. Mohon diberi waktu, insyaAllah kasus ini segera terungkap,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 97 bangkai kambing ditemukan mengambang di aliran Sungai Serang, Selasa (21/6/2022). Bangkai-bangkai tersebut ditemukan oleh warga saat melintas di atas jembatan Sungai Serang dan hendak beraktivitas di pagi hari.

Gugus Tugas PMK Kecamatan Susukan yang melakukan pengecekan menyatakan bangkai kambing tersebut positif terjangkit PMK karena terdapat luka pada mulut serta kuku yang terkelupas. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved