URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Banjir lumpur kembali menerjang permukiman warga di Dusun Daleman, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini dialami warga Desa Tuntang pada Selasa sore, 30 Desember 2025. Banjir terjadi akibat hujan deras yang memicu aliran lumpur dari area galian, merendam rumah hingga setinggi lutut dan memicu tuntutan tanggung jawab pemilik proyek.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Banjir Lumpur Setinggi 50 Cm Terjang Rumah Warga Tuntang, DPRD Minta Pemilik Proyek Bertanggung Jawab

Banjir Lumpur Setinggi 50 Cm Terjang Rumah Warga Tuntang, DPRD Minta Pemilik Proyek Bertanggung Jawab

Banjir Lumpur Setinggi 50 Cm Terjang Rumah Warga Tuntang, DPRD Minta Pemilik Proyek Bertanggung Jawab

Warga membersihkan material lumpur di salah satu rumah warga terdampak banjir di Dusun Daleman, Tuntang, Rabu (31/12/2025). Foto: win
Warga membersihkan material lumpur di salah satu rumah warga terdampak banjir di Dusun Daleman, Tuntang, Rabu (31/12/2025). Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Banjir lumpur kembali menerjang permukiman warga di Dusun Daleman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Material lumpur setinggi hingga 50 sentimeter merangsek masuk ke rumah warga usai hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/12/2025) sore.

Salah satu korban terdampak, Endah Rusmiarti (53), mengungkapkan banjir lumpur berasal dari lokasi galian yang berada tak jauh dari rumahnya. Ia mengatakan hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB, sebelum akhirnya air bercampur lumpur berwarna kecokelatan tiba-tiba membanjiri rumah.

“Awalnya hujan deras sekitar jam tiga sore, tiba-tiba air kecokelatan masuk ke rumah. Ibu saya panik, teriak-teriak minta tolong. Saluran air di depan rumah sebenarnya sudah ditutup, tapi debit air justru semakin besar seperti air bah,” tutur Endah ditemui di rumahnya, Rabu (31/12/2025).

Ia menyebut sejumlah pot tanaman hias miliknya ikut hanyut terbawa arus. Lumpur yang masuk ke rumah setinggi lutut orang dewasa. Endah menegaskan peristiwa ini merupakan kejadian ketiga kalinya, namun yang terparah dibanding sebelumnya.

“Dulu sempat banjir masuk rumah, tapi tidak separah ini. Kali ini benar-benar parah. Saya sampai teriak-teriak minta tolong, tapi responsnya lambat,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan kerusakan bangunan, Endah mengatakan lumpur memenuhi seluruh bagian rumah. Tercatat, sedikitnya empat rumah warga terdampak kejadian tersebut.

Menanggapi peristiwa itu, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mangsuri, menegaskan pihaknya meminta pemilik proyek galian bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.

“Proyek ini kami tidak tahu milik siapa. Tapi yang jelas, ketika berdampak kepada masyarakat, pemilik proyek harus bertanggung jawab. Kami tidak ingin warga Kabupaten Semarang terus terdampak seperti ini,” tegas Mangsuri.

Ia menilai keberadaan proyek tersebut telah berdampak terhadap lingkungan, terlebih banjir lumpur telah terjadi hingga tiga kali. Mangsuri juga menyoroti aspek psikologis warga yang terus diliputi kekhawatiran.

“Kalau memang ini berkaitan dengan BUMD milik provinsi, jangan hanya dibersihkan lalu selesai. Faktor psikologis masyarakat juga berpengaruh. Kami khawatir akan terjadi bencana yang lebih besar, apalagi di lokasi itu ada tebing-tebing. Kalau longsor, sangat berbahaya,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas medis yang menerima laporan keluarga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri
Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan korban untuk penanganan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Asmara, Mahasiswi di Ungaran Barat Coba Bunuh Diri
Ratusan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang mendatangi kantor desa pada Selasa (19/5/2026) untuk menuntut transparansi penyaluran bansos PKH yang diduga disalahgunakan perangkat desa. Warga menilai bantuan tidak diterima penuh setelah kartu ATM penerima disebut dikumpulkan oleh oknum perangkat.
Diduga Selewengkan Dana Bansos, Warga Mlilir Tuntut Kades dan Kadus Mundur
monyet liar
Resahkan Warga Salatiga, Damkar dan BKSDA Turun Tangan Atasi Monyet Liar

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan korban untuk penanganan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Asmara, Mahasiswi di Ungaran Barat Coba Bunuh Diri
Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas medis yang menerima laporan keluarga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri
Ratusan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang mendatangi kantor desa pada Selasa (19/5/2026) untuk menuntut transparansi penyaluran bansos PKH yang diduga disalahgunakan perangkat desa. Warga menilai bantuan tidak diterima penuh setelah kartu ATM penerima disebut dikumpulkan oleh oknum perangkat.
Diduga Selewengkan Dana Bansos, Warga Mlilir Tuntut Kades dan Kadus Mundur
Satreskrim Polres Semarang menyelidiki dugaan penyelewengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sejak April 2026. Polisi telah memeriksa dua warga dan masih mengumpulkan data dari Kementerian Sosial untuk memastikan penerima bantuan serta kemungkinan adanya korban lain.
Dugaan Penyelewengan Dana PKH di Bandungan Diselidiki Polisi, Warga Disebut Bersiap Demo
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran hingga pengendara berhasil diamankan di sekitar KM 353 A untuk diberikan pembinaan dan edukasi keselamatan.
Motor Nyelonong Masuk Tol Semarang-Batang, Pengendara Mengaku Tak Sadar Sudah di Jalan Bebas Hambatan
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar

INFOGRAFIS

TERKINI

Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas medis yang menerima laporan keluarga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri
Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas...
Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan korban untuk penanganan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Asmara, Mahasiswi di Ungaran Barat Coba Bunuh Diri
Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat...
Ratusan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang mendatangi kantor desa pada Selasa (19/5/2026) untuk menuntut transparansi penyaluran bansos PKH yang diduga disalahgunakan perangkat desa. Warga menilai bantuan tidak diterima penuh setelah kartu ATM penerima disebut dikumpulkan oleh oknum perangkat.
Diduga Selewengkan Dana Bansos, Warga Mlilir Tuntut Kades dan Kadus Mundur
Ratusan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang mendatangi kantor desa pada Selasa (19/5/2026) untuk menuntut transparansi penyaluran bansos PKH yang diduga disalahgunakan...
19 Mei 2026 Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat pada Sore Hari
19 Mei 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat pada Sore Hari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 19 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan-sedang. Potensi hujan lebat...
DPRD Kota Salatiga melantik Sularman sebagai anggota DPRD Pengganti Antarwaktu (PAW) sisa masa jabatan 2024–2029 dalam Rapat Paripurna di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Senin (18/5/2026). Sularman menggantikan Heru Prastyo berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah dan langsung menempati sejumlah posisi strategis di DPRD.
Sularman Resmi Gantikan Heru Prastyo. Dance Berharap Segera Adaptasi
DPRD Kota Salatiga melantik Sularman sebagai anggota DPRD Pengganti Antarwaktu (PAW) sisa masa jabatan 2024–2029 dalam Rapat Paripurna di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Senin (18/5/2026). Sularman menggantikan...
Muat Lebih

POPULER

BUMDes Menara Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terus mengembangkan usaha ketahanan pangan berbasis hidroponik sejak 2025 dengan membudidayakan selada premium di greenhouse desa. Pengelolaan usaha yang didukung dana desa dan pemasaran hingga luar daerah itu kini mampu menyumbang sekitar 60 persen Pendapatan Asli Desa (PADes).
BUMDes Menara Karangduren, Hasilkan Selada Premium, kini Tembus Pasaran Jawa Timur
Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal Nebeng Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang
Siswa Surakarta dan Salatiga Bakal "Nebeng" Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang
Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan penerapan parkir berbayar di seluruh puskesmas sebagai bagian penataan layanan nonkesehatan sesuai Perwali Nomor 2 Tahun 2026. Kebijakan itu dilakukan melalui penyusunan mekanisme dan sarana pendukung guna meningkatkan ketertiban parkir, transparansi pengelolaan, serta optimalisasi pendapatan daerah dan keamanan kendaraan pengunjung.
Pemkot Salatiga Wacanakan Parkir Berbayar di Seluruh Puskesmas

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved