KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Banjir Lumpur Setinggi 50 Cm Terjang Rumah Warga Tuntang, DPRD Minta Pemilik Proyek Bertanggung Jawab

Banjir Lumpur Setinggi 50 Cm Terjang Rumah Warga Tuntang, DPRD Minta Pemilik Proyek Bertanggung Jawab

Banjir Lumpur Setinggi 50 Cm Terjang Rumah Warga Tuntang, DPRD Minta Pemilik Proyek Bertanggung Jawab

Warga membersihkan material lumpur di salah satu rumah warga terdampak banjir di Dusun Daleman, Tuntang, Rabu (31/12/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Banjir lumpur kembali menerjang permukiman warga di Dusun Daleman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Material lumpur setinggi hingga 50 sentimeter merangsek masuk ke rumah warga usai hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/12/2025) sore.

Salah satu korban terdampak, Endah Rusmiarti (53), mengungkapkan banjir lumpur berasal dari lokasi galian yang berada tak jauh dari rumahnya. Ia mengatakan hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB, sebelum akhirnya air bercampur lumpur berwarna kecokelatan tiba-tiba membanjiri rumah.

“Awalnya hujan deras sekitar jam tiga sore, tiba-tiba air kecokelatan masuk ke rumah. Ibu saya panik, teriak-teriak minta tolong. Saluran air di depan rumah sebenarnya sudah ditutup, tapi debit air justru semakin besar seperti air bah,” tutur Endah ditemui di rumahnya, Rabu (31/12/2025).

Ia menyebut sejumlah pot tanaman hias miliknya ikut hanyut terbawa arus. Lumpur yang masuk ke rumah setinggi lutut orang dewasa. Endah menegaskan peristiwa ini merupakan kejadian ketiga kalinya, namun yang terparah dibanding sebelumnya.

“Dulu sempat banjir masuk rumah, tapi tidak separah ini. Kali ini benar-benar parah. Saya sampai teriak-teriak minta tolong, tapi responsnya lambat,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan kerusakan bangunan, Endah mengatakan lumpur memenuhi seluruh bagian rumah. Tercatat, sedikitnya empat rumah warga terdampak kejadian tersebut.

Menanggapi peristiwa itu, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mangsuri, menegaskan pihaknya meminta pemilik proyek galian bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.

“Proyek ini kami tidak tahu milik siapa. Tapi yang jelas, ketika berdampak kepada masyarakat, pemilik proyek harus bertanggung jawab. Kami tidak ingin warga Kabupaten Semarang terus terdampak seperti ini,” tegas Mangsuri.

Ia menilai keberadaan proyek tersebut telah berdampak terhadap lingkungan, terlebih banjir lumpur telah terjadi hingga tiga kali. Mangsuri juga menyoroti aspek psikologis warga yang terus diliputi kekhawatiran.

“Kalau memang ini berkaitan dengan BUMD milik provinsi, jangan hanya dibersihkan lalu selesai. Faktor psikologis masyarakat juga berpengaruh. Kami khawatir akan terjadi bencana yang lebih besar, apalagi di lokasi itu ada tebing-tebing. Kalau longsor, sangat berbahaya,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]