URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang telah menyiapkan tim untuk melakukan patroli siber guna mengawasi konten media sosial (medsos) pada masa tenang Pemilu 2024, yang berlangsung mulai 11-13 Februari 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bawaslu Kabupaten Semarang Bakal Awasi Konten Medsos di Masa Tenang

Bawaslu Kabupaten Semarang Bakal Awasi Konten Medsos di Masa Tenang

Bawaslu Kabupaten Semarang Bakal Awasi Konten Medsos di Masa Tenang

Foto: Dok

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang telah menyiapkan tim untuk melakukan patroli siber guna mengawasi konten media sosial (medsos) pada masa tenang Pemilu 2024, terhitung mulai 11-13 Februari 2024. Sebab, dalam masa itu segala jenis kampanye, baik di lapangan maupun dunia maya menjadi salah satu poin pelanggaran.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Kabupaten Semarang, Nurkus Budiyantomo mengatakan, parpol peserta pemilu memiliki 20 akun media sosial yang telah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“20 akun tersebut merupakan batasan maksimal pada setiap media sosial misalnya Instagram, Facebook, Tiktok dan lain sebagainya yang bisa dipakai berkampanye secara daring,” kata Nurkus, Jumat (9/2/2024).

Nurkus menegaskan bahwa patroli di dunia maya perlu dilakukan pada masa tenang di mana peserta pemilu tidak boleh berkampanye. Jika melanggar, maka tim siber yang berpatroli akan mengkaji, apakah itu akun resmi atau akun ‘liar’ yang tidak terdaftar di KPU.

“Kalau itu akun resmi peserta pemilu, maka sudah masuk ranah pidana pemilu dan akan kami tindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Lain halnya dengan akun ‘liar’ yang tidak terdaftar di KPU, lanjutnya, maka temuan tersebut akan diteruskan ke Diskominfo Kabupaten Semarang untuk ditindaklanjuti. “Diskominfo akan men-take down konten (kampanye) itu,” sambungnya.

Sementara sampai dengan saat ini belum ada temuan pelanggaran yang dilakukan parpol peserta pemilu di dunia maya selama masa kampanye. Selain itu, Bawaslu Kabupaten Semarang juga akan mengawasi berbagai macam hoaks, konten yang mengandung SARA dan lain sebagainya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved