URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jalur penyeberangan Jalan Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, disulap menjadi catwalk unik bagi para model di bawah naungan Exist Modelling, yang memperagakan busana casual bermotif kotak-kotak sambil membagikan takjil. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/3/2025) sore ini menarik perhatian masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur utama Semarang-Solo.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bayu Ramli Kembali menggelar Takjil On The Street Bersama Radio Rasika

Bayu Ramli Kembali menggelar Takjil On The Street Bersama Radio Rasika

Bayu Ramli Kembali menggelar Takjil On The Street Bersama Radio Rasika

Model cantik di bawah naungan Exist Modelling memperagakan busana casual di zebra cross Jalan Diponegoro Ungaran sambil membagikan takjil kepada pengendara yang melintas, Senin (3/3/2025) sore. Foto: win
Model cantik di bawah naungan Exist Modelling memperagakan busana casual di zebra cross Jalan Diponegoro Ungaran sambil membagikan takjil kepada pengendara yang melintas, Senin (3/3/2025) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ada pemandangan unik dan menarik yang tersaji di jalur penyeberangan (zebra cross) Jalan Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/3/2025) sore. Area itu disulap menjadi layaknya catwalk untuk peragaan busana bagi para model di bawah naungan Exist Modelling.

Tak ayal pemandangan ini menarik perhatian bagi masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas di jalur utama Semarang-Solo ini. Selain bergaya, para model turut membagikan takjil kepada seluruh pengguna jalan.

CEO Exist Modelling, Bayu Ramli mengungkapkan, agenda ini merupakan kegiatan rutin tahun ke tahun. Namun kali ini lebih spesial karena didukung oleh Radio Rasika USA, Polres Semarang, Dinas Pariwisata dan berbagai pihak.

“Lebih spesial lagi, kami menampilkan penari dan pelukis di trotoar serta 10 model yang turut meramaikan acara ini. Kami memilih lokasi ini agar syiar Ramadhan semakin semarak,” ujarnya.

Bayu juga menyampaikan, takjil yang dibagikan sebanyak 500 paket. Sedangkan tema yang diangkat kali ini adalah busana casual dengan motif kotak-kotak.

“Kita berkotak-kotak ria sambil berbagi berkah kepada masyarakat yang melintas,” ungkapnya.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Qurotul Ainy, turut memberikan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Kami bersama Rasika FM dan pihak lainnya membagikan takjil kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi agar tertib berlalu lintas. Kami juga menegur pengendara yang tidak memakai helm,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembagian takjil dilakukan dengan tertib, menunggu lampu merah menyala agar tidak mengganggu lalu lintas.

“Ini adalah hari pertama kami membagikan takjil. Semoga kegiatan serupa dapat dilakukan di tempat lain. Ini juga sebagai upaya antisipasi kenakalan remaja, seperti balap liar, agar mereka berpikir dua kali jika mengetahui ada kegiatan kepolisian,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari promosi ekonomi kreatif.

“Tadi ada fashion on the street dan tari tradisional. Di bulan Ramadhan ini, kami ingin menunjukkan kegiatan positif yang dapat dilakukan masyarakat. Semua ini bagian dari ekonomi kreatif,” katanya.

Sebagai informasi, selain fashion on the street, acara pembagian takjil ini juga dimeriahkan atraksi Safira Dance, DJ Ocka, serta pertunjukan tari dari Sanggar Tari Ambarawa. (win)

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved