URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Semarang bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana akan merobohkan belasan tempat karaoke yang berada di kawasan Terminal Penggaron.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Belasan Karaoke di Kawasan Terminal Penggaron Direncanakan Akan Dirobohkan

Belasan Karaoke di Kawasan Terminal Penggaron Direncanakan Akan Dirobohkan

Belasan Karaoke di Kawasan Terminal Penggaron Direncanakan Akan Dirobohkan

Belasan tempat karaoke yang berada di kawasan Terminal Penggaron tepatnya di lantai 1 Pasar Klitikan lantai, Kecamatan Pedurungan, Semarang direncanakan akan dibongkar untuk relokasi pedagang buah dari Relokasi Pasar Johar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
featured-img

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Semarang bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana akan merobohkan belasan tempat karaoke yang berada di kawasan Terminal Penggaron.

Agenda itu dipastikan setelah beberapa Instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini bersepakat dengan Paguyuban Karaoke untuk membongkar 14 tempat karaoke yang tepatnya berada di lantai 1 Pasar Klitikan lantai, Kecamatan Pedurungan, Semarang.

Kepala Satpol PP Semarang, Fajar Purwoto yang memimpin rapat ini mejelaskan alasan perobohan ini karena lokasi tersebut akan digunakan untuk pedagang buah Pasar Johar dari Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Ia menambahkan, nantinya tempat tersebut untuk perpindahan relokasi pedagang buah pasar Johar yang selama ini menempati lahan MAJT.

“Tadi sudah ada kesepakatan bersama. Ruang karaoke dibawah akan dirobohkan dan dipindah ke lantai dua. Tempat karaoke bawah akan digunakan untuk pedagang buah,” ujar Fajar usai kegiatan.

Dari kesepakatan ini, didapatkan pihak karaoke meminta waktu hingga 1 September 2022 untuk mengurus perpindahan. Begitu pula para pedagang buah juga diwajibkan segera menempati pasar Klitikan ketika tempat yang disediakan sudah selesai.

“Paguyuban karaoke siap pindah diatas dan pedagang harus bikin surat pernyataan bahwa semuanya harus bersedia pindah kesini. Ini karena karaoke sudah bersedia pindah apalagi karaoke ini yang dulu meramaikan kawasan klitikan. Nanti pihak karaoke merobohkan sendiri. Kalau tidak sanggup, kita bantu robohkan,” jelasnya.

Ia mempersilahkan kepada para paguyuban untuk menentukan fungsi lantai dua pasar tersebut apakah nantinya bisa digunakan untuk kafe atau karaoke lagi. Senada, Kepala Disdag Kota Semaranh, Nurkholis mengatakan pemindahan pedagang buah ini dalam rangka relokasi Pasar Johar MAJT.

“Pedagang buah segera menempati tempat yang telah disediakan hingga akhir Agustus maupun awal September 2022,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Karaoke Pasar Klitikan, Leodinur menyebut informasi relokasi ini sangat mendadak. Akan tetapi, pihaknya tetap akan mematuhi apa yang diminta oleh Pemkot Semarang.

“Info pemindahan ini agak mendadak. Sebenarnya kita engga masalah suruh pindah. Tapi perlu diketahui, kita ini yang jatuh bangun meramaikan pasar Klitih sejak 2018. Dulu belum ada yang mau menempati sini,” bebernya.

Disisi lain, Sakdullah salah satu pedagang menambahkan nantinya akan ada ratusan pedagang yang akan direlokasi ke Kawasan Terminal Penggaron. Namun, dirinya mengaku masih merasa aneh jika pedagang buah berdekatan dengan tempat karaoke

“Kita engga permasalahkan ada karaoke. Tapi masih aneh masak didepan pasar buah, tengah karaoke, belakang pasar buah. Lebih bagus kan keliatan berjajar pedagang buah,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara