URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Diduga pria yang menjabat sebagai bendahara KONI Kota Salatiga meninggal di dalam mobil lantaran mengalami serangan jantung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bendahara KONI Salatiga Meninggal Saat Mengemudi Mobil, Diduga Korban Mengalami Serangan Jantung

Bendahara KONI Salatiga Meninggal Saat Mengemudi Mobil, Diduga Korban Mengalami Serangan Jantung

Bendahara KONI Salatiga Meninggal Saat Mengemudi Mobil, Diduga Korban Mengalami Serangan Jantung

featured-img

Korban meninggal didalam mobil itu Hari Purnomo (67) warga Tegalrejo Permai III/30 RT 03 RW 09 Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga. Dia ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di kawasan Jalan Veteran, Selasa (30/11/2021) petang. Diduga pria yang menjabat sebagai bendahara KONI Kota Salatiga itu, meninggal lantaran mengalami serangan jantung.

Dalam konfirmasi melalui telpon, Kasi Humas Polres Salatiga AKP Hari Slamet Triyanto menjelaskan, peristiwa itu pertama diketahui oleh pemilik warung di sekitar lokasi kejadian, Susi Rahayu. Saksi melihat mobil Nissan Serena warna hitam bernomor polisi D -33 – ICA bersama kendaraan bermotor lainnya berhenti di kawasan simpang empat Pasar Sapi lantaran lampu traffic light sedang menyala merah.

“Beberapa detik kemudian, tiba tiba mobil tersebut melaju secara perlahan hingga menabrak mobil di depannya. Setelah diperiksa ternyata pengemudi telah meninggal dunia,” terangnya.

Peristiwa itu langsung di laporkan ke Polres Salatiga. Mendapat informasi tersebut, polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP di dalam mobil, petugas menemukan obat simfa statin, miniaspi 80 (obat jantung) dan dua tablet vitamin C yang di duga miliki korban.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Salatiga untuk divisum. Hasil visum luar oleh dokter Yuda, tidak ditemukan tanda kekerasan. Ujung jari dan bibir membiru diduda karena kekurangan oksigen.

“Menurut keterangan Ketua Koni Salatiga Agus Purwanto menjelaskan yang bersangkutan memang memiliki riwayat jantung,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga tidak menginginkan dilakukan autopsi terhadap korban. Selanjutnya jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka untuk di makamkan. ( rief )

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved