RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Berbagai Upaya Dilakukan SDN Sugihan 3, Agar Dalam PPDB Mendatang Bisa Mendapatkan Murid Baru

Berbagai Upaya Dilakukan SDN Sugihan 3, Agar Dalam PPDB Mendatang Bisa Mendapatkan Murid Baru

Berbagai Upaya Dilakukan SDN Sugihan 3, Agar Dalam PPDB Mendatang Bisa Mendapatkan Murid Baru

Suasana KBM di SD Sugihan 3 Tengaran

Tahun ajaran baru untuk Sekolah Dasar sudah dimulai sejak 11/7/2022 lalu, Kondisi dilapangan masih ada SD negeri maupun swasta yang tidak memiliki siswa baru, pun demikian yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang.

Di SD Negeri Sugihan 3, Desa Sugihan Kecamatan Tengaran misalnya, dalam tahun ajaran 2022 ini tidak mendapatkan murid baru satupun.

Dari pantauan wartawan di lapangan, kondisi bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1983 tersebut memang berada dipinggir desa, jauh dari pemukiman.

Kepada rasikafm.com Kepala Sekolah SD Negeri Sugihan 3, Septina Ika Kadarsih, S.Pd, mengatakan total seluruh siswa disekolahnya berjumlah 30 anak.

“Kelas dua sampai enam rata-rata jumlahnya ada lima sampai enam siswa, untuk tahun ajaran baru ini, kelas satu, kami tidak mendapatkan siswa satupun,” kata Ika.

Menurutnya sekolah tersebut tidak mendapatkan siswa karena beberapa faktor, misalnya Lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman warga, dan untuk anak usia SD tahun ini di sekitar sekolah tidak ada.

Ika mengaku jika lokasi SD Negeri Sugihan 3 berdekatan dengan SD Negeri dan Swasta.

“Untuk SD ada empat sekolah, seperti SD Negeri Sugihan 1, 3 dan 4, ada juga MI Gatak semua ini berada dalam satu desa,” ujar Kepala Sekolah yang mulai masuk di SD Sugihan 3 tanggal 11 Juli 2022.

Meski demikian, lanjut Ika, Pihaknya kini terus berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan siswa baru tahun depan, ditengah keterbatasan yang ada, salah satunya adalah dengan mengandeng pihak desa dan tokoh masyarakat.

“Guna menarik calon siswa, kini pihaknya mengandeng TK, dengan maksud siswa yang sekolah di TK ini harus masuk juga di SD Negeri Sugihan 3,” papar Mantan Guru Olahraga ini.

Sementara itu untuk menarik minat anak TK bersekolah, pihak SD menggratiskan semua fasilitas dari mulai sepatu, seragam, tas dan alat tulis.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran