URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Layanan besukan tatap muka Idulfitri digelar Rutan Salatiga bersama ratusan keluarga warga binaan di Salatiga pada 22–23 Maret 2026, guna melepas rindu dalam dua sesi kunjungan terjadwal dengan pengamanan ketat sehingga berlangsung tertib, aman, dan penuh haru di momen lebaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Besukan Lebaran Penuh Haru, Ratusan Keluarga Datangi Rutan Salatiga

Besukan Lebaran Penuh Haru, Ratusan Keluarga Datangi Rutan Salatiga

Besukan Lebaran Penuh Haru, Ratusan Keluarga Datangi Rutan Salatiga

Suasana Haru terlihat saat besukan hari raya
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai pelayanan besukan tatap muka Hari Raya Idul Fitri di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga yang berlangsung pada 22–23 Maret 2026. Ratusan keluarga dari berbagai daerah memadati rutan demi melepas rindu dengan anggota keluarga yang tengah menjalani masa pembinaan.

Pelayanan besukan lebaran ini digelar selama dua hari, bertepatan dengan hari kedua dan ketiga Idul Fitri. Antusiasme tinggi terlihat dari membludaknya jumlah pembesuk yang datang sejak pagi hari.

Dalam pelaksanaannya, besukan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 08.30–11.30 WIB dan 13.00–14.00 WIB. Setiap warga binaan mendapatkan waktu kunjungan selama 45 menit dengan maksimal lima orang pembesuk dewasa dalam satu kali pertemuan.

Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada warga binaan, khususnya di momen Hari Raya.

“Kami ingin memastikan warga binaan tetap bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga di hari yang penuh makna ini. Meskipun dalam keterbatasan, momen lebaran harus tetap dirasakan,” ujarnya melalui siaran pers.

Suasana haru tak terbendung saat keluarga dan warga binaan saling berpelukan setelah lama berpisah. Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata, mengungkapkan rasa rindu yang selama ini terpendam.

Petugas Rutan Salatiga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar, sehingga momen kebersamaan ini dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh warga binaan dan keluarga yang datang

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan