Semarang – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho resmi membuka UMKM Grande 2026 yang digelar di Paragon City Mall Semarang pada 7–11 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Mohamad Noor Nugroho menyampaikan bahwa UMKM Grande merupakan transformasi dari UMKM Gayeng yang telah konsisten diselenggarakan sejak 2019. Memasuki tahun ke-8, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga bentuk nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM agar terus naik kelas dan semakin berdaya saing.
“Tahun ini kami mengusung tema Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia. Tema ini mencerminkan harapan agar UMKM tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu beradaptasi di tengah tantangan dan menembus pasar global dengan kualitas yang semakin baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep “Grande” merepresentasikan empat pilar utama, yakni Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor sebagai fondasi transformasi UMKM menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
UMKM Grande 2026 menghadirkan sekitar 90 UMKM unggulan dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, fesyen dan wastra, hingga kriya dan home décor. Berbagai program unggulan turut meramaikan kegiatan tersebut, seperti showcase produk UMKM, business matching, akses keuangan, edukasi sistem pembayaran dan perlindungan konsumen, workshop ketahanan pangan dan ekonomi sirkular, talkshow, fashion show wastra, hingga kompetisi kopi, foto, dan video produk UMKM.
Selain itu, terdapat sejumlah inisiatif baru yang dihadirkan dalam penyelenggaraan tahun ini. Salah satunya Booth Sustainability Hub yang mengedukasi pengunjung mengenai praktik ekonomi hijau, mulai dari pertanian ramah lingkungan, pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah, hingga penghitungan emisi karbon melalui CarbonWise Corner.
Bank Indonesia Jawa Tengah juga menghadirkan Booth Financial Access – AKU BISA SEJAHTERA hasil sinergi bersama OJK dan perbankan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui layanan konsultasi keuangan, informasi kredit, hingga pengaduan konsumen terkait sistem pembayaran.
Tidak hanya itu, kegiatan Live Selling produk UMKM bersama afiliator juga digelar sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan digital untuk memperluas jangkauan pasar secara daring.
Sementara itu, kegiatan SEMARAK Jateng 2026 yang merupakan sinergi BI Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Dekranasda Jawa Tengah turut digelar guna mendorong peningkatan kapasitas UMKM wastra dan ready to wear melalui talkshow dan fashion show.
Dalam bidang literasi, BI Jateng juga menghadirkan Grande Book Initiative untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui kemudahan akses buku cetak maupun elektronik.
Melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya, Kompetisi Seduh Racik Kopi Grande dan coffee talks kembali digelar dengan menghadirkan barista berprestasi tingkat nasional dan internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pengembangan kapasitas sekaligus menjaring talenta terbaik menuju Championship CANGKIR Barista tingkat nasional.
Mohamad Noor Nugroho menegaskan Bank Indonesia akan terus berkomitmen mendukung UMKM agar mampu memperluas pasar serta bertransformasi menjadi UMKM yang digital, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor.
“Melalui UMKM Grande 2026 ini, kami berharap UMKM Jawa Tengah semakin percaya diri, kompetitif, dan mampu menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk internasional sehingga dapat menjadi bagian dari rantai nilai global,” pungkasnya.