URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang nenek yang mendapatkan bantuan beras 10 kg dalam program Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah. Saat sedang mengantri untuk menerima bantuan tersebut, nenek tersebut menarik perhatian Bhabinkamtibmas Mangunsari Polsek Sidomukti Polres Salatiga Aiptu Darmanto

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bikin Trenyuh, Anggota Polsek Sidomukti Membantu Seorang Nenek Mengambil Beras 10 Kg

Bikin Trenyuh, Anggota Polsek Sidomukti Membantu Seorang Nenek Mengambil Beras 10 Kg

Bikin Trenyuh, Anggota Polsek Sidomukti Membantu Seorang Nenek Mengambil Beras 10 Kg

Anggota Polsek Sidomukti Aiptu Darmanto. Membantu Seorang Nenek Mengambil Beras 10 Kg.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Dapat Bantuan Beras 10 Kg, dalam program Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah. Seorang nenek di Salatiga menarik perhatian Bhabinkamtibmas Mangunsari Polsek Sidomukti Polres Salatiga Aiptu Darmanto.
Hal ini terjadi saat Seorang nenek berusia sekira 70-an tahun berjalan sendirian di tengah keramaian di kantor Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga.

Dengan terbungkuk, langkahnya gemetar masuk ke antrean. Nenek tersebut, bersama warga lain tengah antre untuk menerima bantuan beras 10 kilo dalam program Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah. Hinga menarik perhatian Bhabinkamtibmas Mangunsari Polsek Sidomukti Polres Salatiga Aiptu Darmanto.

Darmanto pun mendekati nenek tersebut dan langsung melakukan pendampingan. “Kasihan nenek tersebut tidak ada yang menemani, waktu saya ajak bicara pun, komunikasinya terpatah-patah,” ujarnya, Kamis (13/4/2023).

“Jalannya sudah gemetar, pendengaran dan penglihatan kurang. Saat ditanya berangkat naik angkutan, tapi tidak ada yang mengantar, padahal sudah pikun,” kata Darmanto.

Saat diminta menunjukkan undangan penerima bantuan, nenek tersebut ternyata tak membawa. “Karena undangan tak membawa, maka diminta menunjukan KTP dan diverifikasi petugas,” ungkapnya.

Setelah itu, Darmanto pun membawakan beras yang menjadi nenek tersebut. “Saya tawari untuk diantar pulang sekalian, karena tak mungkin beliau membawa beras sendiri, pasti tak kuat. Selain itu waktu saya tanya rumahnya cuma bilang Pengilon,” ungkapnya.

“Ternyata beliau juga lupa rumahnya, tapi untung waktu berkeliling ada tetangga yang melihat nenek tersebut dan memberitahu rumahnya. Sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat,” kata Darmanto.

Menurut Darmanto, menolong nenek tersebut adalah sebagain dari tugas dirinya sebagai polisi. “Sebagai polisi, yang utama itu adalah memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman, saya sebagai Bhabinkamtibmas berkewajiban menjaga warga sesuai kewilayahan,” paparnya.

Suasana saat Anggota Polsek Sidomukti Aiptu Darmanto. Membantu Seorang Nenek Mengambil Beras 10 Kg.

BACA JUGA :

Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara