URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Setelah dua tahun absen akibat pandemi Covid-19, Festival Kota Lama (FKL) Semarang kembali digelar. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kegiatan semacam ini bisa rutin diadakan tiap minggu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Buka Festival Kota Lama Semarang, Ganjar: Konsepnya Beda, Tempatnya Keren

Buka Festival Kota Lama Semarang, Ganjar: Konsepnya Beda, Tempatnya Keren

Buka Festival Kota Lama Semarang, Ganjar: Konsepnya Beda, Tempatnya Keren

featured-img

SEMARANG – Setelah dua tahun absen akibat pandemi Covid-19, Festival Kota Lama (FKL) Semarang kembali digelar. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kegiatan semacam ini bisa rutin diadakan tiap minggu.

Hal ini diungkapkan Ganjar usai membuka secara resmi Festival Kota Lama Semarang tahun 2022, di Halaman Laroka, kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (15/9). Ganjar kagum dengan konsep FKL 2022, menurutnya dikemas sangat menarik.

“Kali ini konsepnya agak berbeda, menampilkan musik dan tempatnya ini keren banget menurut saya,” ujarnya.

FKL Semarang ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai hari ini dan berakhir pada 25 September 2022. Festival Kota Lama dimeriahkan berbagai acara yang menarik. Ada festival budaya, orchestra in harmony, fashion heritage.

Kemudian pasar sentiling, kuliner legendaris, jelajah Kota Lama. Ada juga ekspo mobil kuna, flashmob, talk show heritage, kontes foto dan reels, pameran UMKM unggulan.

“Ini bisa dijadikan pertunjukkan mingguan sebenarnya, tinggal kita memanage dengan baik siapa yang mau tampil,” tegasnya.

Dengan cara itu, Ganjar yakin akan menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kota Lama. Seluruh seniman bisa dilibatkan untuk tampil dan ekonomi pun bergerak.

“Sehingga orang yang pengin piknik ke kota lama tidak hanya menunggu festival kota lama. Tapi ini bisa menjadi acara rutin, yang barangkali nggak hanya sisi seninya bisa ditampilkan tapi ekonominya akan bisa bergerak ya,” jelasnya.

Mantan anggota DPR itu berharap event-event serupa yang sudah bisa digelar lagi, menjadi momen kebangkitan para seniman.

“Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari kebangkitan dan kreativitas para musisi seniman semuanya bisa kumpul lagi,” tandasnya.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang diwakili oleh Direktur Event Daerah Reza Fahlevi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan