[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda CBR 150 dan bus SR Hino terjadi di Jalan Fatmawati, Simpang Tiga Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Minggu dini hari, 29 Juni 2025. Pengendara motor, Ibrohim Abdurrohman, 21 tahun, warga Kelurahan Mangunsari, Salatiga, tewas akibat luka benturan di kepala setelah sempat dirawat di RSUD Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bus SR Hantam Pemotor di Blotongan Salatiga, Pengendara Motor Meninggal

Bus SR Hantam Pemotor di Blotongan Salatiga, Pengendara Motor Meninggal

Bus SR Hantam Pemotor di Blotongan Salatiga, Pengendara Motor Meninggal

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda CBR 150 dan bus SR Hino terjadi di Jalan Fatmawati, Simpang Tiga Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Minggu dini hari, 29 Juni 2025. Pengendara motor, Ibrohim Abdurrohman, 21 tahun, warga Kelurahan Mangunsari, Salatiga, tewas akibat luka benturan di kepala setelah sempat dirawat di RSUD Kota Salatiga.
Foto dok IST
Petugas saat evakuasi terhadap korban kecelakaan di simpang 3 Blotongan, Kota Salatiga, Minggu (29/6/2025) dini hari.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Fatmawati, tepatnya di Simpang Tiga Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (29/6/2025) dini hari. Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda CBR 150 dengan nomor polisi H-6435-JK dan bus SR Hino bernomor polisi W-7656-UP.

Pengendara sepeda motor adalah Ibrohim Abdurrohman, 21, warga Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Sementara pengemudi bus Sri Hartono, 39, warga Ngepos, Jetak, Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga Ipda Sutopo mengatakan akibat insiden tersebut, Ibrohim Abdurrohman mengalami luka hematum pada kepala serta patah tulang pada kaki sebelah kanan. Korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Salatiga.

“Setelah mendapatkan perawatan korban dinyatakan meninggal dunia, akibat benturan pada kepala,” ungkap Ipda Sutopo, Minggu.

Dia menjelaskan kecelakaan maut itu bermula saat sepeda motor Honda CBR 150 yang dikendarai Ibrohim melaju dari arah Kecandran menuju Blotongan.

Pada saat bersamaan, dari arah Salatiga menuju Blotongan, melaju bus yang dikemudikan Sri Hartono.

“Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor bermaksud menyeberang ke Jalan Fatmawati. Diduga, saat menyeberang, pengendara sepeda motor kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan, sehingga bus Hino tidak dapat menghindar dan menabrak sisi samping sepeda motor tersebut,” jelas Ipda Sutopo.

Petugas Satlantas Polres Salatiga segera datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti. Dan selanjutnya kejadian itu ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Salatiga guna proses lebih lanjut.

“Untuk pengendara harap berhati-hati dan selalu memperhatikan rambu lalu lintas saat hendak menyeberang,” tandas Ipda Sutopo.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

[podcast_widget limit="1" show_load_more="5"]

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana