URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 250 calon tenaga untuk penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang telah melewati tahapan seleksi, termasuk tes buta warna di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Selasa (2/1/2024). KPU Kabupaten Semarang, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten, menggelar tes ini untuk memastikan keakuratan dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Calon Tenaga Sortir dan Lipat Surat Suara Dites Buta Warna

Calon Tenaga Sortir dan Lipat Surat Suara Dites Buta Warna

Calon Tenaga Sortir dan Lipat Surat Suara Dites Buta Warna

Salah satu calon tenaga penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 dites buta warna di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (2/1/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 250 orang calon tenaga untuk penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang mulai menjalani sejumlah tahapan seleksi. Di antaranya adalah tes buta warna yang dilaksanakan di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Selasa (2/1/2024).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Bambang Setyono menerangkan, tes buta warna ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Tujuannya agar dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara tidak terjadi kekeliruan.

“Masing-masing jenis surat suara memiliki warna yang berbeda. Pun dengan partai politik (parpol) peserta pemilu, sehingga lolos tes buta warna ini menjadi syarat mutlak selain ber-KTP di Kabupaten Semarang,” ungkap Bambang, Selasa (2/1/2024).

Dari seluruh peserta yang mengikuti tes buta warna kali ini, kata Bambang, semuanya dinyatakan lolos. Mereka akan langsung bertugas mulai Rabu-Minggu (3-7/1/2024).

“Untuk tahap pertama ini, yang akan disortir dan dilipat adalah surat suara pemilu legislatif DPR RI dan DPRD Jateng sambil menunggu kiriman surat suara yang lain,” jelasnya.

Bambang menambahkan, untuk surat suara pemilu legislatif anggota DPRD Kabupaten Semarang, DPD, dan pilpres saat ini masih menunggu pengiriman. Oleh karenanya, pihaknya gerak cepat melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara yang ada terlebih dahulu.

“Karena kita juga berkejaran dengan waktu, tinggal 44 hari lagi pemilu. Sehingga rangkaian ini berjalan terus, begitu selesai tahap pertama ini langsung lanjut lagi,” kata dia.

Sementara salah satu calon tenaga penyortiran dan pelipatan surat suara, Parno (68) warga Lingkungan Kuncen, Ungaran Barat mengaku baru kali ini mengikuti seleksi. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih ingin berkontribusi terhadap negara.

“Alhamdulillah tadi lancar tesnya, semoga besok bisa melaksanakan tugas dengan baik,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved