URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam beberapa bulan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), masyarakat Salatiga dapat mencalonkan diri secara independen tanpa melalui partai politik. Jalur independen ini, menurut Komisioner KPU Kota Salatiga Jalal Pambudi, memiliki syarat minimal dan persebaran dukungan yang telah ditetapkan dalam Nomor 175 tahun 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Calon Wali Kota Independen di Salatiga Harus Kantongi Minimal 14.627 KTP

Calon Wali Kota Independen di Salatiga Harus Kantongi Minimal 14.627 KTP

Calon Wali Kota Independen di Salatiga Harus Kantongi Minimal 14.627 KTP

sejumlah baliho calon walikota Salatiga 2024 kini mulai bertebaran dibeberapa ruas jalan di salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) tinggal beberapa bulan lagi, selain partai politik atau gabungan partai politik yang bisa mengusung pasangan calonnya, masyarakat pun juga bisa mencalonkan diri alias tanpa partai politik dalam pertarungan Pilkada. Namanya jalur perseorangan atau jalaur independen.

Komisioner KPU Kota Salatiga Jalal Pambudi menjelaskan, untuk calon perseorangan, KPU Kota Salatiga sudah memutuskan syarat minimal dan persebaran dukungan bakal pasangan calon perseorangan dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga yang tertuang dalam Nomor 175 tahun 2024.

Disebutkan oleh Jalal, dalam pasal 41 ayat (2) huruf a UU no. 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedu atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati dan wakil bupati serta calon wali kota dan wakil wali kota jika memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap ( DPT) di daerah bersangkutan pada Pemilu atau pemilihan sebelumnya yang paling akhir di daerah yang bersangkutan. Syarat dukungan untuk calon independenkpu sebanyak 10 % dari jumlah DPT di Salatiga.

“ Mengacu kepada undang-undang tersebut, jumlah DPT dalam Pemilu 14 Februari lalu sebanyak 146.267 pemilih, sepuluh persen dari DPT tersebut yaitu 14.627 pemilih/ orang. Jadi untuk maju dari calon perseorangan atau independen, minimal mendapat dukungan sebanyak 14.627 warga yang sudah memiliki hak pilih,” jelas Jalal ( 16/4/2024).

Sementara itu jumlah dukungan warga yang sudah ditentukan sebesar 10 % dari DPT, juga mensyaratkan dukungan itu tersebar minimal sebanyak 3 kecamatan dari 4 kecamatan yang ada di Kota Salatiga. “ Jadi surat dukungan itu minimal tersebar di tiga kecamatan yang ada di Salatiga,” imbuh Jalal.

Saat ditanya teknis syarat dukungan, Jalal menambahkan, dukungan tersebut dalam bentuk surat dukungan yang ditandatangani pendukung disertai foto copy e-KTP. Sedangkan untuk pemenuhan persyaratan dimulai sejak 5 Mei sampai dengan 19 Agustus 2024.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan