RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cegah Kecelakaan di Exit Tol Bawen, Dishub Pisahkan Antrean Motor dan Pasang Countdown

Cegah Kecelakaan di Exit Tol Bawen, Dishub Pisahkan Antrean Motor dan Pasang Countdown

Cegah Kecelakaan di Exit Tol Bawen, Dishub Pisahkan Antrean Motor dan Pasang Countdown

Petugas gabungan Dishub, Satlantas Polres Semarang dan PT Trans Marga Jateng mengarahkan pengguna sepeda motor masuk ke lajur kiri dalam uji coba kanalisasi jalur di pertigaan traffic light Exit Tol Bawen, Selasa (10/3/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang mulai melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan Exit Tol Bawen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memisahkan antrean sepeda motor dengan kendaraan roda empat atau lebih.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, menjelaskan langkah tersebut diambil setelah beberapa kejadian kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor di lokasi tersebut, yang umumnya dipicu masalah pada sistem pengereman kendaraan berat.

“Dengan berbagai kecelakaan yang terjadi dan melibatkan kendaraan roda dua dan truk yang biasanya gagal rem ataupun mengalami permasalahan pada rem, kemarin terakhir ada kejadian yang melibatkan delapan sepeda motor,” ujarnya ditemui di sela sosialisasi dan uji coba kanalisasi jalur di traffic light Exit Tol Bawen, Selasa (10/3/2026).

Menurut Djoko, pihaknya mencoba melakukan kanalisasi atau pemisahan jalur antrean di Exit Tol Bawen dari arah atas menuju simpang Bawen. Sepeda motor diarahkan untuk memiliki antrean tersendiri agar tidak bercampur dengan kendaraan besar.

“Kita coba pisahkan di antrean yang ada di Exit Tol Bawen dari arah atas. Sepeda motor dikanalisasi supaya antreannya tersendiri, sehingga fatalitas apabila ada kemungkinan terjadi gagal rem bisa dikurangi ataupun dihindarkan,” jelasnya.

Selain pemisahan jalur, Dishub juga akan memasang perangkat countdown atau penghitung waktu mundur. Alat ini bertujuan memberi informasi kepada pengendara dari jarak jauh terkait kondisi antrean di depan.

“Nanti kita pasang countdown yaitu penghitung mundur supaya dari jarak jauh pengendara sudah bisa melihat bahwa antreannya masih panjang atau tidak, sehingga bisa memperlambat kendaraan terlebih dahulu dan tidak berhenti mendadak,” katanya.

Langkah mitigasi tersebut merupakan hasil koordinasi sejumlah instansi, antara lain Ditlantas Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Satlantas Polres Semarang, serta Dishub Kabupaten Semarang.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Dishub juga akan melengkapi rambu-rambu lalu lintas di sekitar lokasi. Namun pada tahap awal, petugas gabungan tetap akan diterjunkan untuk melakukan pengaturan sekaligus sosialisasi kepada pengendara.

“Rambu nanti tetap akan kita lengkapi. Tapi kalau tidak ada petugas, kadang juga tidak efektif. Jadi untuk awal ini akan ada petugas gabungan yang memberikan sosialisasi agar sepeda motor membiasakan mengambil lajur kiri sehingga terpisah dari kendaraan roda empat ke atas,” bebernya.

Djoko menambahkan, skema pemisahan antrean ini tidak hanya diterapkan selama arus mudik Lebaran, tetapi berpotensi dilanjutkan secara permanen jika terbukti efektif menekan kecelakaan.

“Kalau mitigasi ini berjalan baik, justru akan kita teruskan. Antrean sepeda motor tetap dipisahkan dari roda empat ke atas,” katanya.

Ke depan, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan perbaikan pulau jalan di titik pertemuan arus kendaraan agar lebih aman saat kendaraan kembali bergabung ke jalur utama. (win)

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani