URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Cuaca ekstrem melanda Kota Salatiga menyebabkan angin kencang, pohon tumbang, dan puluhan rumah rusak. Kepala BPBD Salatiga Roy Anjar pada Kamis (23/10/2025) mengimbau warga tetap waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi. BPBD menyiagakan personel 24 jam dan siap merespons laporan warga secara cepat dan gratis.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cuaca Tidak Menentu, BPBD Salatiga Catat Kali 6 Kejadian dalam Sehari

Cuaca Tidak Menentu, BPBD Salatiga Catat Kali 6 Kejadian dalam Sehari

Cuaca Tidak Menentu, BPBD Salatiga Catat Kali 6 Kejadian dalam Sehari

Cuaca ekstrem melanda Kota Salatiga menyebabkan angin kencang, pohon tumbang, dan puluhan rumah rusak. Kepala BPBD Salatiga Roy Anjar pada Kamis (23/10/2025) mengimbau warga tetap waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi. BPBD menyiagakan personel 24 jam dan siap merespons laporan warga secara cepat dan gratis.
Foto dok IST
Warga sedang membersihkan bongkaran sisa Puting Beliung di Argomulyo Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Cuaca ekstrem berimbas pada angin kencang yang terjadi belakangan ini menyebabkan sejumlah kejadian pohon tumbang hingga puluhan rumah rusak di Kota Salatiga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga Roy Anjar meminta warga untuk selalu waspada. Sebab cuaca ekstrem hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Salatiga.

Roy menyebut, saat ini pihaknya telah menyiagakan personel dan relawan dalam waktu 24 jam. Jika terjadi bencana ataupun kejadian, masyarakat bisa langsung menghubungi BPBD lewat layanan telepon maupun melaporkan kepada perangkat kelurahan.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan selalu berhati-hati, serta jika terjadi keadaan darurat silahkan hub call center BPBD 24 jam dan layanan BPBD bersifat gratis,” kata Roy, Kamis (23/10/2025).

Dikatakan, dalam satu hari kemarin atau Rabu (22/10/2025), BPBD Salatiga mencatat ada enam bencana yang terjadi. Terdiri dari pohon tumbang, angin puting beliung, dan luapan air. Roy memaparkan, kejadian pohon tumbang terjadi di dua lokasi, yakni di Jalan Setyaki, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, dan pohon tumbang di Jalan Fatmawati, Blotongan.

“Penanganan pohon tumbang sudah dilakukan dibantu dengan warga, TNI, dan Polri. Kejadian di Jalan Fatmawati sempat menyebabkan kemacetan, karena pohon melintang di Jalan raya. Namun tidak ada korban,” terangnya.

Kemudian cuaca ekstrem angin puting beliung terjadi di wilayah Bendosari, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo dan menyebabkan puluhan atap rumah warga mengalami kerusakan. Penanganan sudah dilakukan oleh warga dibantu dengan BPBD dan TNI Polri.

“Kalau luapan air terjadi di tiga titik, yakni wilayah Brajan, Prampelan, dan Soko, di Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, penanganan sudah dilakukan dan air juga cepat surut setelah hujan reda,” Tutup Roy.

Vidio warga tengah kerja bhakti

BACA JUGA :

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved