URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Muh Haris, caleg terpilih DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Jateng I, menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkada Salatiga 2024 dan akan mundur dari DPR RI periode 2024-2029. Keputusan ini diambil berdasarkan penugasan dari DPP PKS, survei internal, serta permintaan warga Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dapat Tugas dari DPP PKS, Haris Mantan Wakil Wali Kota, Siap Maju Sebagai Bacalon Wali Kota Salatiga 2024

Dapat Tugas dari DPP PKS, Haris Mantan Wakil Wali Kota, Siap Maju Sebagai Bacalon Wali Kota Salatiga 2024

Dapat Tugas dari DPP PKS, Haris Mantan Wakil Wali Kota, Siap Maju Sebagai Bacalon Wali Kota Salatiga 2024

Muh Haris, caleg terpilih DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Jateng I, menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkada Salatiga 2024 dan akan mundur dari DPR RI periode 2024-2029. Keputusan ini diambil berdasarkan penugasan dari DPP PKS, survei internal, serta permintaan warga Salatiga.
Foto Arief rasika
Muh Haris (tengah) didampingi Ketua DPD PKS Salatiga Latif Nahari dan Ida Nurul Farida saat gelar press releas dengan wartawan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Caleg terpilih DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Jateng I, Muh Haris menyatakan siap maju ke Pilkada Salatiga 2024. Mantan Wakil Wali Kota Salatiga dua periode itu pun akan mundur dari DPR RI periode 2024-2029.

“Saya mendapat penugasan untuk maju di Pilkada Salatiga sebagai calon wali kota. Karena ini merupakan perintah dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maka saya ikhlas 100 persen untuk ikhtiar kembali membersamai masyarakat Salatiga,” katanya, Rabu (10/7/2024) di Laras Asri Hotel.

Haris mengatakan, keputusan dirinya maju juga berdasar survei internal yang dilakukan PKS. “Selain itu, ada rekaman permintaan warga untuk saya maju sebagai calon wali kota. Dalam hati saya ‘nggregel’ karena ternyata ada pernyataan warga dari berbagai latar belakang seperti pedagang dan pekerja lainnya,” ungkapnya.

Setelah Pileg 2024 dan dinyatakan lolos ke Senayan, dia mengaku berat meninggalkan konstituen di dapil Jateng I. “Karena itu, saya akan bertemu dengan pengurus DPD PKS dari seluruh Jateng I untuk menyampaikan tentang penugasan ini,” terang mantan Wakil Wali Kota Salatiga dua periode tersebut.

Sementara Ketua DPD PKS Salatiga Latif Nahari mengatakan, penugasan Muh. Haris untuk maju di Pilkada 2024 terhitung mendadak.

“Saya mendapat telepon dari ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Afif pada Minggu (7/7/2024) pagi sekira pukul 05.45 WIB bahwa Pak Muh. Haris diajukan sebagai calon Wali Kota Salatiga. Karena itu harus diminta segera menyusun program sosialisasi dan kerja-kerja lainnya,” terangnya.

“Awal Januari 2024 sebelum Pileg itu kami secara resmi sudah meminta Pak Haris maju, namun beliau ingin fokus di Pileg. Bahkan setelah Pileg dan penghitungan, beliau masih belum berkenan untuk maju di Pilkada,” kata Latif.

Latif mengatakan, dengan adanya penugasan Muh. Haris selaku calon Wali Kota Salatiga, maka dirinya selaku ketua partai langsung menjalin komunikasi dengan pimpinan partai lain untuk membentuk koalisi.

“PKS kan baru empat kursi, kurang satu. Kami langsung komunikasi dengan Pak Dance (PDI Perjuangan), Pak Yuliyanto (Gerindra) dan Pak Saeful (PKB). Semua partai yang memiliki kursi di DPRD sudah kami ajak komunikasi,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan