KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Denok Respati Sinoeng Pimpin Lomba PKK di Kumpulrejo, Sebelumnya Kegiatan Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid

Denok Respati Sinoeng Pimpin Lomba PKK di Kumpulrejo, Sebelumnya Kegiatan Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid

Denok Respati Sinoeng Pimpin Lomba PKK di Kumpulrejo, Sebelumnya Kegiatan Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid

Ada yang menarik saat dilangsungkannya lomba 10 program pokok PKK dan Aku hatinya PKK Kota Salatiga, di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo Salatiga, kamis 13 Oktober 2022 siang. Bagaimana tidak aneka hasil daur ulang limbah sampah, dibentuk menjadi barang dengan nilai ekonomis tinggi itu dipakai menjadi hiasan yang dikenakan anak anak dalam rangka menyambut kehadiran ibu ketua tim pengerak PKK Salatiga, Denok Respati Sinoeng, sekaligus memimpin langsung pelaksanan Lomba PKK di Kumpulrejo, yang Sebelumnya Kegiatan ini Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid-19.

Menurut istri Pj walikota, Kelurahan Kumpulrejo sendiri menjadi peserta terakhir dalam Lomba 10 Program Pokok PKK dan Aku Hatinya PKK Kota Salatiga di tingkat Kecamatan Argomulyo. Sementara itu pelaksanaan lomba yang berlangsung di RT 2 RW VI Tetep, Wates, Kumpulrejo menekankan pada penangganan limbah sampah rumah tangga dan perbedaan ekonomi dalam pengelolaan sampah terkhusus plastik.

Di RW ini juga mengunggulkan Posyandu Balita sebagai upaya mencegah stunting. Serta Kelompok Tani Sukasari dengan mengelola sayur mayur yang ditanam sendiri di lingkungan pekarangan sekaligus menambah pendapatan rumah tangga.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga Yuni Ambarwati.

Disatu sisi Denok sempat terkesima saat berlangsungnya Konser Dadakan yang mengusung tembang ‘Ojo Dibandingke’, yang tengah viral.

Dalam sambutan selamat datangnya, Camat Argomulyo yang didampingi Lurah Kumpulrejo berharap dengan lomba ini akan didapatkan pemenang yang bisa menginspirasi daerah lain.

Camat Argomulyo Agus Wibowo menuturkan keberadaan PKK bukan hanya milik perempuan tapi juga laki-laki. Sehingga, PKK kata dasarnya berasal keluarga ada ibu, bapak dan anak.

“Sehingga, tanpa ada bapak-bapak tidak ada keluarga yang Sakinah mawaddah warahmah. Kultur yang ada di Kumpulrejo wilayah pedesaan dan terus dipertahankan dengan mengedepankan sengkuyung, gotong royong dan menjaga kekompakan dan kebersamaan,” ujar Agus.

Ia juga menyampaikan, jika Pj Wali Kota Sinoeng N Rachmadi sempat hadir dan mengetahui jika semua program lebih ke peningkatan ekonomi.

Hasil Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan mengelola pemerasan susu hingga bisa mengakses ke Provinsi dan mendapatkan bantuan pembuatan keju mozzarella.

“Ini nanti tidak ‘dibanding-bandingke’, tapi penilaian secara obyektif. Sekaligus ada pembinaan secara menyeluruh sehingga dalam penyajiannya kami harapkan ditampilkan apa adanya,” ungkap Denok Respati Sinoeng.

Dirinya mengaku sangat kagum dan menyebut luar biasa, keberadaan Kelurahan Kumpulrejo yang sempat meraih juara favorit dalam lomba video HUT RI ke-77.

Terkait penilaian di Kumpulrejo, Denok merasa tetap berbeda dengan pedesaan.

“Tetap beda, hangat dan kiri kanan asri. Warga yang ramah menjadi ciri khas dusun,” ungkap Denok Sinoeng.

Dibalut program Jogo Tonggo, ia berharap menjadi kegiatan yang melibatkan semua unsur. Kegiatan lomba semacam ini, memiliki nilai positif yang sangat besar dan dapat membangkitkan kader PKK dan memicu semua elemen memberikan terbaiknya.

Sejumlah tamu undangan saat dihibur lagu ojo dibandingke yang syairnya telah diubah

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]