URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang istri anggota TNI berinisial R (34) di Kota Semarang ditembak orang tak dikenal (OTK) dengan dugaan pelaku berjumlah lebih dari 2 orang. Kejadian ini terjadi di depan rumah korban Jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Detik-Detik Penembakan Istri TNI oleh OTK di Semarang

Detik-Detik Penembakan Istri TNI oleh OTK di Semarang

Detik-Detik Penembakan Istri TNI oleh OTK di Semarang

Rekaman CCTV aksi penembakan OTK terhadap istri anggota TNI berinisial R (34) di depan rumahnya Jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Senin (18/7/2022).
featured-img

SEMARANG – Seorang istri anggota TNI berinisial R (34) di Kota Semarang ditembak orang tak dikenal (OTK) dengan dugaan pelaku berjumlah lebih dari 2 orang. Kejadian ini terjadi di depan rumah korban Jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Peristiwa penembakan ini terjadi pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 12.00 WIB. Dari rekaman CCTV yang diterima, korban ditembak oleh satu orang pria yang menggunakan jaket bewarna hitam lengkap dengan helm. Pada saat itu, pelaku tersebut sebagai pemboceng dari pria lain yang mamakai jaket merah mengendarai motor sport bewarna hijau.[irp posts=”39983″ name=”Penembakan Istri TNI di Semarang, Polisi: Pelaku Sudah Diintai Aktivitasnya”]

Pelaku diduga membuntuti korban dari arah timur atau Jalan Cemara Raya. Kemudian setelah sampai di depan rumah korban, pelaku yang membonceng melakukan penembakan dan para pelaku langsung melarikan diri.

Dari rekaman juga terlihat di belakang motor hijau yang ditunggangi dua pelaku, ada satu orang pria menaiki motor matic dan mengenakan jaket hitam. Pria itu datang bersamaan dengan dua pelaku sebelumnya. Usai penembakan pria misterius itupun juga ikut kabur meskipun korban terlihat sempat melawan.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menambahkan, kejadian itu terjadi usai korban menjemput anak perempuannya. Lalu pada saat sampai dirumahnya, korban ketika memarkirkan motornya ditembak oleh beberapa orang yang mengendarai dua sepeda motor di depan rumahnya.

“Terjadi penembakan oleh orang tidak dikenal. Korban bernisial R. Posisinya korban sedang kembali dari rumah pelaku sudah mengikuti. Kondisi putri (anak korban) tidak apa-apa peluru itu mengenai ibunya,” jelas Irwan.

Ia menyebut, korban mengalami luka serius di bagian perut akibar dua tembakan yang diletuskan pelaku. Satu proyektil peluru bahkan masih bersarang di perut korban.[irp posts=”39949″ name=”Kesaksian Warga Soal Penembakan Istri TNI di Semarang”]

“Terjadi dua kali tembakan ke tubuh korban ke bagian perut. 1 tertinggal ditubuh korban, 1 tembus dan tertinggal di lokasi kejadian,” papar Irwan.

Sementara itu, Kapendam IV Diponegoro, Letkol Inf Bambang Hermanto mengatakan, korban adalah seorang istri dari Kopda M yang bertugas di Artileri Pertahananan Udara (Arhanud).

“Betul (tugas di Arhanud),” jelas Bambang.

Ia berharap kasus ini segera menemukan titik terang. Pihaknya juga menyerahkan menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian yang dibackup Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV Diponegoro.

“Kasus ini selanjutnya ditangani oleh kepolisian berkoordinasi dengan Pomdam IV Diponegoro,” katanya.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved