KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dianing Ratmoko, Peraih Cumlaude Magister Manajemen Pendidikan UPGRIS

Dianing Ratmoko, Peraih Cumlaude Magister Manajemen Pendidikan UPGRIS

Dianing Ratmoko, Peraih Cumlaude Magister Manajemen Pendidikan UPGRIS

Sedikitnya 1.134 mahasiswa program sarjana, magister dan profesi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) telah menjalani proses wisuda ke 72, Sabtu (24/9). Rektor UPGRIS Sri Suciati menyatakan mahasiswa yang mengikuti gelaran wisuda kali ini telah dibekali beragam ilmu pengetahuan, baik itu hard skill maupun soft skill. Menurut Suci, para wisudawan dengan bekal matang tersebut akan mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Seperti adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kata Suci.

Pihaknya juga telah mendorong mahasiswa makin dekat dengan dunia kerja. “Mulai dari magang, baik kependidikan maupun industri, ada yang mengikuti kampus mengajar walaupun tidak berasal dari program kependidikan,” ungkap Suci dalam gelaran wisuda ke 72 UPGRIS. Tak hanya itu, selama perkuliahan mahasiswa juga telah diberi kesempatan mengikuti berbagai proyek kewirausahaan hingga kemanusiaan.

Pihaknya pun memberikan pilihan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Dengan demikian, penyusunan skripsi kini tak lagi sebagai satu-satunya syarat untuk menyelesaikan studi mahasiswa.

“Selain penulisan skripsi, mereka dibolehkan untuk membuat artikel ilmiah, yang wajib terpublikasi di jurnal bereputasi nasional. Ini bentuk dorongan kami kepada mahasiswa untuk mempercepat masa studi mereka,” jelasnya

22 wisudawan Upgris asal kabupaten Semarang berpoto bersama saat wisuda Fakultas Pasca Sarjana (Poto dok ist)

Sementara itu bagi Dianing Ratmoko, Peraih Cumlaude Magister Manajemen Pendidikan UPGRIS dengan nilai 4,00 jurusan manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana ini mengaku senang saat menempuh perkuliahan “Saat saya mengikuti perkuliahan selama pandemi sangat membantu, karena tetap bisa memperoleh ilmu dan masih bisa bekerja seperti biasa” ungkap Kepala SDN Pringsari 01 Kecamatan Pringapus kabupaten Semarang ini.

Dianing menceritakan banyak Pengalaman saat mengikuti kuliah di Upgris, hal baru ia dapatkan, terlebih saat kuliah secara langsung ada diskusi bersama dan bertukar pendapat. “Semoga kedepan perkuliahan bisa dilakukan secara tatap muka, mengingat pendemi sudah semakin surut, karena dengan tatap muka mahasiswa bisa bertemu langsung dengan dosen dan teman main, sehingga semakin menambah kekeluargaan” tambah bapak dua anak ini.

Suasana saat wisuda fakultas pasca sarjana (Vidio by komting)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]