URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satu orang tewas dalam kecelakaan tragis yang melibatkan sebuah bus, mobil pribadi, dan sepeda motor di Dusun Kalisat, Desa Medayu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 30 April 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Kecelakaan diduga terjadi akibat rem blong pada bus PO Garuda Mas B 7236 UGA yang dikemudikan Samto (37), warga Tangerang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Alami Rem Blong di Suruh, Bus Tabrak Pemotor dan Warung, 1 Orang Meninggal

Diduga Alami Rem Blong di Suruh, Bus Tabrak Pemotor dan Warung, 1 Orang Meninggal

Diduga Alami Rem Blong di Suruh, Bus Tabrak Pemotor dan Warung, 1 Orang Meninggal

Kondisi bus yang alami laka di Jalan Suruh-Karanggede, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (30/4/2025) sore. Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SURUH – Satu orang meninggal dunia dalam musibah kecelakaan yang melibatkan sebuah bus, mobil pribadi, dan sepeda motor di Jalan Raya Suruh-Karanggede, tepatnya di Dusun Kalisat, Desa Medayu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (30/4/2025) pukul 15.30 WIB.

Menurut Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah gangguan pada sistem pengereman bus atau rem blong. “Dari keterangan awal, bus PO Garuda Mas B 7236 UGA yang dikemudikan Samto (37), warga Tangerang, mengalami disfungsi pada rem bus yang dikemudikannya,” ujarnya.

AKP Lingga menambahkan bahwa ketiga kendaraan, yakni bus, mobil, dan sepeda motor, berjalan searah dari Suruh menuju Karanggede, Kabupaten Boyolali. “Saat di lokasi kejadian, kondisi jalan menurun. Sesuai penuturan dari pengemudi bus, saat hendak melakukan pengereman, tidak berfungsi normal dan menabrak kendaraan mobil dan sepeda motor di depannya,” ungkapnya.

Awalnya bus menabrak mobil Honda CRV B 8822 QI yang dikemudikan Faisal (41), warga Bekasi, dan kemudian menghantam sepeda motor Yamaha Jupiter yang dikendarai Nurul (58), warga Reksosari, Kecamatan Suruh, yang berboncengan dengan istrinya, Ismiyati (50). Bus akhirnya berhenti setelah pengemudi membanting setir ke kanan dan menabrak rumah milik warga. Dalam peristiwa tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu Ismiyati (50), pembonceng sepeda motor.

‎Salah seorang warga setempat, Sudarti, mengatakan kecelakaan maut itu bermula saat bus melaju dari arah Suruh menuju Karanggede. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga sopir bus mengantuk dan menabrak beberapa kendaraan dan rumah warga.‎

‎”Bus dari arah atas [Tingkir] menabrak tiang lampu, pondasi, trotoar, warung, dan kendaraan. Warung saya juga rusak tertabrak,” kata Sudarti, Rabu (30/4/2025).

‎Saat kejadian, kata Sudarti, arus lalu lintas sedang ramai. Sebab merupakan waktu pulang para pekerja pabrik. Arus lalu lintas juga sempat mengalami kemacetan, karena badan bus melintang dan menutup jalan.

Sudarti saat diwawancara wartawan

BACA JUGA :

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved