URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Suwarno dan Harjoko, warga Lingkungan Beji, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang harus rela gigit jari. Pasalnya kolam berisi sedikitnya 3.000 ikan lele siap panen hanyut terbawa luapan air akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, Minggu (11/9/2022) malam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Digerus Hujan Deras, Ribuan Lele Siap Panen Hanyut

Digerus Hujan Deras, Ribuan Lele Siap Panen Hanyut

Digerus Hujan Deras, Ribuan Lele Siap Panen Hanyut

featured-img

UNGARAN – Suwarno dan Harjoko, warga Lingkungan Beji, Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang harus rela gigit jari. Pasalnya kolam berisi sedikitnya 3.000 ikan lele siap panen hanyut terbawa luapan air akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, Minggu (11/9/2022) malam.

Tak hanya itu, teras rumah miliknya juga tertimpa talud rumah sepanjang 15 meter dengan ketinggian 6 meter milik Nuryanto, salah seorang tetangganya yang posisi rumahnya berada di bagian atas.

“Waktu kejadian pas saya lagi tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gempa. Begitu bangun di samping kasur sudah tergenang air bercampur lumpur,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (13/9/2022).

Setelah terbangun, ia segera mengecek kondisi rumahnya. Didapati bagian pintu depan dan teras rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor. Tak hanya itu, kolam berisi ikan lele yang sedianya akan dipanen jebol sehingga hanyut terbawa arus air.

“Padahal rencananya mau jual ikan lele buat beli sepeda motor, tapi malah ada musibah seperti ini,” keluhnya.

Atas kejadian itu, ia telah berembug dengan pemilik talud yang ambrol tersebut. Rencananya akan diberikan ganti rugi meski belum dihitung berapa total kerugiannya.

“Pemilik talud berjanji mau ganti rugi, menyadari kalau dia ikut bertanggungjawab,” katanya.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Riyadi mengatakan selain berdampak ke rumah warga, material longsoran juga menutup jalan menuju Sendang Ngijo dan menutup saluran air.

“Tim kami sudah melakukan pengecekan dan assesment ke lokasi serta pembersihan material menggunakan excavator,” urainya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sementara kerugian material belum sempat dihitung. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon