URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pemprov Jawa Timur berhasil menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang hingga 22 kasus pada 2025. Keberhasilan ini dicapai berkat 1.344 petugas penjaga yang tersebar di 336 titik. Namun, capaian ini menyisakan beban berat bagi APBD, yakni biaya gaji lebih dari Rp3,2 miliar per bulan dan biaya diklat Rp6,6 juta per orang. Daerah kini menjerit membutuhkan dukungan APBN untuk status P3K petugas dan pendanaan diklat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur

Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur

Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur

Perlintasan Kereta Api. Foto: .Dok IST
Ditulis oleh: Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat
Perlintasan Kereta Api. Foto: .Dok IST
Custom Image

Provinsi Jawa Timur sukses menekan angka kecelakaan perlintasan sebidang pada 2025, namun capaian ini menyisakan beban biaya SDM dan diklat yang berat bagi daerah.

Upaya serius Pemerintah Daerah di Jawa Timur dalam mengelola perlintasan sebidang telah membuahkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (2026), angka kecelakaan di perlintasan sebidang menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Setelah sempat mencapai angka tertinggi yakni 59 kejadian pada tahun 2022, angka tersebut berhasil ditekan secara drastis menjadi 30 kejadian di tahun 2024, dan mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir dengan 22 kejadian di tahun 2025. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kehadiran petugas penjaga di lapangan adalah kunci utama keselamatan transportasi kereta api.

Di Provinsi Jawa Timur tercatat memiliki 997 titik perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 915 titik telah terdaftar (memiliki nomor jalur perlintasan langsung/JPL), sementara 82 titik lainnya merupakan perlintasan liar (tidak terdaftar). Terkait sistem pengamanannya, 336 titik dijaga oleh Pemerintah Daerah, 290 titik dijaga oleh PT KAI dan pihak swasta, serta 79 titik dijaga oleh relawan. Namun, masih terdapat 210 titik perlintasan yang hingga kini belum memiliki penjagaan.

Dilihat dari kewenangan jalan, mayoritas perlintasan sebidang berada di bawah wewenang pemerintah daerah, yaitu sebanyak 840 titik di Jalan Kabupaten/Kota/Desa, diikuti oleh 53 titik di Jalan Nasional, dan 22 titik di Jalan Provinsi. Tantangan keselamatan perlintasan sebidang di Provinsi Jawa Timur terkonsentrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Desa, yang mencakup 840 dari total 915 perlintasan terdaftar. Meskipun tingkat pengamanan di area ini sudah mencapai 75 persen (630 titik terjaga), masih terdapat urgensi penanganan bagi 210 perlintasan (25 persen) yang saat ini belum memiliki penjagaan sama sekali.

Sebanyak 22 Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur telah aktif menangani total 132 perlintasan sebidang (JPL). Kontribusi terbesar datang dari penanganan tertinggi, yakni Kab. Lamongan (19 JPL) dan Kab. Probolinggo (15 JPL). Penanganan menengah (6–10 JPL), yaitu Kab. Blitar (10), Kab. Ngawi (9), Kab. Kediri (8), Kab. Lumajang (8), Kab. Pasuruan (8), Kab. Banyuwangi (7), Kab. Nganjuk (6), dan Kab. Sidoarjo (6). Dan penanganan terfokus (1–4 JPL), meliputi 12 wilayah lainnya seperti Kab. Madiun, Kab.Magetan, Kab. Malang, Kab. Tulungagung, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo (masing-masing 4 JPL), Kab. Jember (3), serta Kab. Gresik, Kab. Jombang, Kota Blitar, Kota Malang (masing-masing 2), dan Kota Kediri (1 JPL).

Sebagai bentuk dukungan nyata, tahun 2024 Pemrpov. Jawa Timur telah dialokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 6,53 miliar untuk pembangunan palang pintu perlintasan dan pos jaga di 11 kabupaten/kota. Penerima bantuan terbesar adalah Kabupaten Malang sebesar Rp 900 juta dan Kabupaten Madiun sebesar Rp 800 juta. Wilayah lain seperti Kabupaten Kediri, Magetan, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Tulungagung, serta Kota Malang menerima kisaran Rp 300 juta hingga Rp 650 juta. Sementara itu, Kota Kediri dan Kota Probolinggo masing-masing mendapatkan dukungan sekitar Rp 290-an juta.

Hambatan dan tantangan

Hambatan anggaran tetap menjadi tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur di daerah. Penurunan Dana Transfer secara langsung berdampak pada pemangkasan Anggaran Dukungan Peningkatan Keselamatan Kereta Api. Padahal risiko kecelakaan di perlintasan sebidang memerlukan penanganan yang mendesak dan berkelanjutan. Akibatnya, terjadi ketimpangan yang signifikan antara keterbatasan fiskal pemerintah Kabupaten/Kota dengan besarnya tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang yang harus dipikul.

Pemerintah Daerah saat ini memikul beban pembiayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup besar untuk menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Dengan 336 titik perlintasan yang dijaga, terdapat sedikitnya 1.344 petugas (asumsi 4 orang per titik) yang pengupahannya bersumber dari anggaran daerah. Pada tahun 2026, dengan asumsi upah minimum sekitar Rp 2.400.000, total belanja pegawai melalui skema alih daya (outsourcing) mencapai lebih dari Rp 3,2 miliar per bulan. Mengingat peran vital mereka dalam keselamatan publik, sudah selayaknya profesi Penjaga Jalan Lintasan (PJL) ini diakui sebagai bagian dari unsur SDM Perhubungan dan diakomodasi dalam formasi kepegawaian P3K atau skema tetap lainnya.

Selain beban gaji, Pemerintah Daerah juga harus menanggung biaya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi penjaga perlintasan sebesar Rp 6.600.000 per orang, meskipun biaya sertifikasinya saat ini sudah nol rupiah. Tantangan utama yang muncul adalah rendahnya standar penggajian di daerah bagi PJL bersertifikat, yang memicu fenomena peralihan tenaga kerja ke sektor atau lokasi lain dengan upah lebih tinggi. Untuk menjaga keberlangsungan tenaga ahli ini, diperlukan dukungan APBN melalui program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) atau skema diklat khusus PJL, guna meringankan beban fiskal daerah dan menyeragamkan standar kompetensi nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan Jawa Timur dalam menekan angka kecelakaan hingga titik terendah pada 2025 tidak boleh terhenti akibat kendala anggaran. Keselamatan publik adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar beban fiskal daerah. Oleh karena itu, dukungan APBN untuk biaya diklat dan kepastian status P3K bagi para penjaga perlintasan menjadi kunci mutlak untuk menjaga keberlanjutan keselamatan nyawa di jalur kereta api.

Penutup

Tahun 2026 dan tahun depan tidak ada kepastian anggaran keselamatan di Kementerian Perhubungan. Niat mau berkeselamatan tanpa ada anggaran akan sia-sia. Darurat keselamatan akan menggema namun tidak ada yang menjaga lagi. Kuncinya satu berteman di kawasaan keselamatan perlintasan kaliska yaitu berhenti sejenak tengok kanan kiri aman jalan. Itulah pilihan bijak bagi pengguna jalan. Nyawa anda ada pada diri sendiri anda patuh anda selamat.

Belanja Kementerian/Lembaga pada setiap pemerintahan selalu berbeda. Kementerian Perhubungan yang sangat erat dengan keselamatan dan pelayanan transportasi, pastinya tidak berkurang drastis. Tahun 2006 sebesar 8,88 triliun, tahun 2016 (Rp 50,16 triliun) dan tahun 2026 turun drastis menjadi Rp 28,5 triliun. Sementara jumlah penduduk meningkat dan perlu layanan transportasi yang memadai dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Tentunya hal ini tidak mungkin akan terwujud.

Fluktuasi anggaran Kementerian/lembaga memang lumrah di setiap era pemerintahan, namun sektor keselamatan transportasi seharusnya menjadi pengecualian. Ironisnya, pagu anggaran Kementerian Perhubungan di era Presiden Joko Widodo yang sempat menyentuh Rp 50,16 triliun pada 2016, kini merosot tajam menjadi Rp 28,5 triliun pada 2026. Di tengah lonjakan jumlah penduduk yang membutuhkan layanan mobilitas tinggi, pemangkasan ini seolah menciptakan celah lebar antara target keselamatan yang ideal dan realitas anggaran yang minim.

BACA JUGA :

Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera
Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera
arus mudik 2
Mudik Lebaran 2026: Jangan Hanya Bertumpu Pada Jalan Tol
JALAN-RUSAK_ilustrasi
Memahami Hak Masyarakat dan Tanggung Jawab Negara Atas Jalan Rusak
Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan
Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan: Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran
Desa wisata Pesona Garda di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditunjuk sebagai venue resmi arung jeram pada Porprov Jateng 2026. Penunjukan dilakukan untuk mendukung sport tourism dan ekonomi warga. Pengelola lokal menyiapkan infrastruktur, pelatihan teknis, serta fasilitas penunjang demi suksesnya ajang tersebut.
Pesona Garda Jadi Venue Arung Jeram Porprov Jateng 2026

INFOGRAFIS

TERKINI

Video komplain program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga menjadi perhatian publik. Kepala sekolah Jumarti menjelaskan keluhan menu telah beberapa kali disampaikan kepada penyedia. Peristiwa itu terjadi di Salatiga dan viral pada Senin (2/3/2026). Evaluasi dilakukan dengan perbaikan menu serta kontrol kualitas makanan.
Viral di Medsos, Kepala SDN Dukuh Salatiga Tolak Menu MBG
Video komplain program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga menjadi perhatian publik. Kepala sekolah Jumarti menjelaskan keluhan menu telah beberapa kali disampaikan kepada penyedia....
Pergerakan tanah yang memicu longsor kembali terjadi di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyampaikan peristiwa dipicu curah hujan tinggi. Pemerintah daerah bersama dinas terkait menambah sistem EWS guna mengantisipasi ancaman bagi warga sekitar.
Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat
Pergerakan tanah yang memicu longsor kembali terjadi di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyampaikan...
Jasa cat cepat mobil dan motor milik Muhammad Ikhsan menjadi solusi perbaikan kendaraan ringan di Jalan Pemotongan, depan Disperindag, Kota Salatiga. Ikhsan telah menjalankan usaha ini sejak 17 tahun lalu. Layanan cat dan dempul cepat dengan tarif terjangkau membuat banyak sopir dan pemilik kendaraan memilih jasanya.
Pertama di Salatiga, Cat Mobil Pinggir Jalan, Hasil Memuaskan, Musuhnya hanya Hujan
Jasa cat cepat mobil dan motor milik Muhammad Ikhsan menjadi solusi perbaikan kendaraan ringan di Jalan Pemotongan, depan Disperindag, Kota Salatiga. Ikhsan telah menjalankan usaha ini sejak 17 tahun lalu....
Pohon kersen tumbang akibat angin kencang di kawasan Makam China Ngebong, Jalan Ahmad Dahlan, Sidorejo Lor, Kota Salatiga, Jumat (27/2/2026). BPBD Salatiga memastikan tidak ada korban jiwa. Pohon setinggi sekitar lima meter menimpa nisan makam dan kabel optik, lalu dievakuasi petugas menggunakan gergaji mesin.
Angin Kencang, Belasan Nisan di Makam Ngebong Salatiga Tertimpa Pohon Kersen
Pohon kersen tumbang akibat angin kencang di kawasan Makam China Ngebong, Jalan Ahmad Dahlan, Sidorejo Lor, Kota Salatiga, Jumat (27/2/2026). BPBD Salatiga memastikan tidak ada korban jiwa. Pohon setinggi...
Berkah Ramadan, Penjual Takjil di Salatiga Raup Omzet Rp2 Juta dalam 3 Jam
Berkah Ramadan, Penjual Takjil di Salatiga Raup Omzet Rp2 Juta dalam 3 Jam
Pedagang UMKM meraih omzet tinggi di Pasar Ramadan Jalan Langensuko, Kota Salatiga, Jumat (27/2/2026). Salah satunya Triyono, pemilik Pisang Goreng Juara. Ramainya pengunjung menjelang berbuka puasa membuat...
Muat Lebih

POPULER

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Semarang, Eko Lesmono, menyampaikan aspirasi kepada Komisi X DPR RI dalam dialog pendidikan di Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Ia mendesak perlindungan guru masuk RUU Sisdiknas Prolegnas 2026 serta percepatan penyelesaian tenaga non-ASN melalui pengangkatan ASN dan penataan berbasis kebutuhan daerah.
PGRI Kabupaten Semarang Usulkan Perlindungan Guru Masuk RUU Sisdiknas
Exit Tol Fungsional Ambarawa Dibuka Searah Saat Mudik dan Balik Lebaran, Hanya untuk Kendaraan Pribadi
Exit Tol Fungsional Ambarawa Dibuka Searah Saat Mudik dan Balik Lebaran, Hanya untuk Kendaraan Pribadi
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi, mendesak Pemkab Semarang mempercepat penanganan banjir dan longsor di Kalongan, Susukan–Kutilang, Lerep, Nyatnyono, dan Blanten, Jumat (27/2/2026). Ia meminta pengerukan Sungai Kaligung serta perbaikan jalan terdampak karena sedimentasi dan cuaca ekstrem. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan BBWS dan instansi terkait.
Longsor dan Banjir Ancam Permukiman, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak Penanganan Segera

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved