KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lokasi Dekat Kandang Ayam dan Tak Miliki IPAL serta SLHS, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Desak SPPG Samban Ditutup

Lokasi Dekat Kandang Ayam dan Tak Miliki IPAL serta SLHS, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Desak SPPG Samban Ditutup

Lokasi Dekat Kandang Ayam dan Tak Miliki IPAL serta SLHS, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Desak SPPG Samban Ditutup

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono menunjukkan alat pemanas yang sudah tidak berfungsi di ruang pencucian peralatan milik sebuah SPPG yang berlokasi di Desa Samban, Kecamatan Bawen, Selasa (7/4/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, menemukan sejumlah persoalan serius saat melakukan pengecekan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (7/4/2026).

SPPG tersebut diketahui telah beroperasi sejak akhir November dan melayani sekitar 2.400 anak, mulai dari tingkat PAUD, Kelompok Bermain, hingga SD.

Dari hasil tinjauan lapangan, Joko menyebut fasilitas tersebut belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Limbah dari kegiatan dapur diketahui langsung dibuang ke sungai, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Saya cek ke lapangan, ternyata pengolahan IPAL-nya belum ada. Air limbah langsung dibuang ke sungai, sehingga risiko pencemaran lingkungan menjadi lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah sarana penunjang yang dinilai belum memenuhi standar. Mulai dari tempat pencucian dan pencucian peralatan yang tidak layak, hingga fasilitas pemanas air (heater) yang rusak sehingga proses pencucian hanya menggunakan air biasa tanpa air panas.

“Pengolahan limbah tidak ada, tempat asah-asah juga tidak standar. Heater-nya rusak, jadi pencucian hanya pakai air biasa, tidak air panas. Pengeringnya juga belum memenuhi standar,” tambahnya.

Joko juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang agar lebih ketat dalam proses perizinan, termasuk memastikan kelengkapan pengolahan limbah sebelum operasional diberikan.

“Pihak pengelola seharusnya bisa studi tiru ke fasilitas lain yang sudah memenuhi standar,” urainya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan lokasi SPPG tersebut juga berada dekat dengan kandang ayam dan gudang rongsok, yang dinilai berpotensi menambah risiko kesehatan. Dengan berbagai temuan tersebut, Dewan Pendidikan meminta kepada Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Semarang agar operasional SPPG dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk kepemilikan IPAL dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Kami minta operasionalnya dihentikan dulu sampai SLHS keluar dan ada IPAL-nya. Kami khawatir nanti berdampak pada kesehatan anak-anak, bahkan bisa terjadi keracunan,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]