KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pupuk Organik Desa Manggihan Tembus Pasar Nasional, Tarik Minat Peneliti Jepang dan Amerika Serikat

Pupuk Organik Desa Manggihan Tembus Pasar Nasional, Tarik Minat Peneliti Jepang dan Amerika Serikat

Pupuk Organik Desa Manggihan Tembus Pasar Nasional, Tarik Minat Peneliti Jepang dan Amerika Serikat

Kascing asal Desa Manggihan, Getasan, menarik minat peneliti mancanegara. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Desa Manggihan yang berada di lereng Gunung Merbabu dengan ketinggian sekitar 800 mdpl merupakan wilayah hulu Rawa Pening. Sekitar 70 persen warganya menggantungkan hidup pada sektor peternakan sapi perah dan pertanian, sehingga limbah kotoran ternak berpotensi mempercepat pertumbuhan eceng gondok di perairan tersebut.

Berangkat dari kondisi itu, warga melalui Kelompok Wira Tani Produktif mulai mengolah limbah menjadi kascing. Inisiatif ini dipelopori oleh warga yang mengembangkan pengolahan pupuk berbasis cacing untuk mengurangi dampak lingkungan.

“Kami bertekad menjadi bagian dari penyelamatan Rawa Pening dengan mengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik,” kata Kepala Desa Manggihan Supriyadi, Kamis (9/4/2026).

Supriyadi, mengatakan pengembangan kascing dimulai sejak 2025 sebagai upaya mengolah limbah peternakan sekaligus menjawab tudingan bahwa desanya menjadi salah satu penyumbang sedimentasi di Rawa Pening.

“Ini dikembangkan sejak 2025 dan saat ini produksinya telah mencapai 25 ton per bulan,” ujarnya.

Kascing merupakan pupuk organik yang dinilai ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kesuburan tanah. Produk ini bahkan menarik perhatian dua lembaga penelitian dari Jepang dan satu dari Amerika Serikat yang datang langsung ke Desa Manggihan untuk melakukan studi.

Sementara itu, anggota Kelompok Wira Tani Produktif, Sudiyono (57), menjelaskan proses pembuatan kascing relatif sederhana. Pupuk kandang terlebih dahulu disemai dengan bibit cacing, kemudian disiram secara rutin untuk menjaga kelembapan.

“Seminggu sebelum diayak, penyiraman dihentikan agar media lebih kering. Setelah itu diayak untuk memisahkan bagian halus,” jelasnya.

Kascing yang telah halus kemudian dikemas dalam karung ukuran 25 kilogram dan plastik lima kilogram sebelum dipasarkan. Menurutnya, penggunaan cacing membantu mempercepat proses penguraian sehingga menghasilkan pupuk berkualitas tinggi tanpa bahan kimia.

“Kascing ini murni organik dan sangat baik untuk tanaman hias, sayuran, maupun tanaman lainnya,” ungkapnya.

Pemasaran kascing Desa Manggihan tidak hanya menjangkau pasar lokal seperti Salatiga, Boyolali, dan Purworejo, tetapi juga telah merambah berbagai daerah di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Kalau beli langsung ke sini, harga per kilogramnya Rp1.000. Kalau ke luar daerah ya menyesuaikan biaya distribusi,” jelasnya.

Meski mendapat tawaran kerja sama pelatihan dari peneliti Jepang, Sudiyono mengakui kelompoknya belum siap memenuhi permintaan tersebut.

“Ada harapan dari peneliti Jepang agar kami bisa memberikan pelatihan di sana selama satu bulan, namun saat ini kami belum siap,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]