URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinas Arpus Prov Jateng Kembali Dibuka, Ini Ketentuannya

Dinas Arpus Prov Jateng Kembali Dibuka, Ini Ketentuannya

Dinas Arpus Prov Jateng Kembali Dibuka, Ini Ketentuannya

featured-img
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah (Arpus Prov Jateng) yang terletak di Jalan Sriwijaya No 29 A, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

RASIKAFM – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah (Arpus Prov Jateng) atau lebih sering dikenal dengan Perpusda Jateng akan kembali dibuka pada 20 September 2021 mendatang.

Meski demikian, ketentuan-ketentuan khusus pastinya akan diterapkan. Seperti kapasitas pendatang, baik itu pengunjung atau pemustaka jumlahnya akan dibatasi mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi.

“Sudah dibuka untuk umum, tapi dibatasi kuota sebanyak 106 orang perhari baik pengunjung atau pemustaka,” kata Kasi Layanan dan Otomasi Dinas Arpus Prov Jateng, Berti Soraya kepada RASIKAFM, Jumat (17/9/2021).

Berti menambahkan, demi menjaga dan mencegah kerumunan, pihaknya akan memberlakukan pergantian atau shift bagi pengunjung dimana hal itu juga dimaksudkan demi terciptanya suasana nyaman dan aman.

“Nantinya terbagi dalam dua shift. Shift yang pertama pukul 08.00 sampai 10.00 WIB dan shift kedua 10.30 sampai 12.30 WIB. Jeda 30 menit nantinya akan kita gunakan untuk sterilisasi ruang layanan,” ujarnya.

“Adapun layanan yang dibuka secara fisik yaitu Ruang KTA, Ruang Referensi, Ruang Dewasa, Ruang Remaja, Ruang Berkala dan Ruang Deposit. Sementara utk Ruang Belajar Modern bagi anak anak masih ditutup,” tambahnya.

Sementara syarat bagi pengunjung, lanjut Berti, yaitu sudah mendapatkan vaksinasi minimal dosis pertama serta mendownload aplikasi PeduliLindungi. Serta sebelum berkunjung, pengunjung diwajibkan untuk mendaftar online terlebih dahulu melalui https://bukutamu.perpus.jatengprov.go.id/

“Pengunjung juga wajib mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

Disisi lain, dia sangat berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga pihaknya bisa melayani masyarakat dengan maksimal.

“Semoga pandemi segera terkendali dan kembali bisa melayani secara penuh hingga sore hari. Agar para pemustaka bisa berkegiatan literasi kembali seperti sediakala,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon