URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penangkapan 12 pelaku penyerangan menggunakan senjata tajam di Bandungan, Jumat (3/1/2025), mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan pendidik di Salatiga, karena mayoritas pelaku diketahui adalah pelajar dari dua SMP dan SMK di Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinas Pendidikan Salatiga Masih Usut Pelaku Penyerangan di Bandungan

Dinas Pendidikan Salatiga Masih Usut Pelaku Penyerangan di Bandungan

Dinas Pendidikan Salatiga Masih Usut Pelaku Penyerangan di Bandungan

Penangkapan 12 pelaku penyerangan menggunakan senjata tajam di Bandungan, Jumat (3/1/2025), mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan pendidik di Salatiga, karena mayoritas pelaku diketahui adalah pelajar dari dua SMP dan SMK di Salatiga.
Foto dok IST
Pelaku penyerangan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dengan tertangkapnya pelaku penyerangan kelompok remaja dengan senjata tajam di Bandungan, Jumat (3/1/2025) mengejutkan banyak pihak. Termasuk kalangan pendidik di Salatiga.

Pasalnya, mayoritas dari 12 pelaku yang tertangkap disebutkan sebagai pelajar sekolah di Salatiga. Dari info yang beredar, mereka berasal dari dua SMP dan SMK.

Dari sejumlah sumber disebutkan, kasus bermula saat sejumlah remaja dengan senjata tajam diamankan warga dan petugas di Bandungan karena akan melakukan penyerangan kepada sekelompok pemuda di sebuah warung kopi milik warga setempat bernama Yadi.

Kepala Dinas Pendidikan Salatiga Nunuk Dartini menjelaskan pihaknya meminta sekolah melakukan pembinaan terhadap anak anak semua. Termasuk dengan giat parenting kepada orang tua sebagai stressing.

“Secara internal juga sekolah akan tegas melakukan pembinaan. Tentunya koordinasi dengan petugas untuk memberikan shock terapy agar tidak terulang di kemudian hari,” ungkap Nunuk.

Foto

BACA JUGA :

Satreskrim Polres Salatiga menangkap GR (50), buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang, yang diduga berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku diamankan di Banyudono, Boyolali, pada Jumat (18/7/2026) setelah penyelidikan atas laporan kehilangan Honda Supra 125 milik warga Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga. Polisi menyita sepeda motor korban beserta sejumlah barang bukti dan kini masih mengembangkan kasus untuk mengungkap dugaan aksi pencurian lain di wilayah Salatiga.
Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang
Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi mengungkap penggagalan peredaran narkotika bermodus pengiriman melalui jasa ekspedisi di Kota Salatiga. Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai, petugas menyita hampir 6 kilogram ganja serta 2,83 gram sabu, sekaligus menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Polisi Salatiga Amankan 6 Kilogram Ganja Kering dan Paket Sabu Siap Edar
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Satreskrim Polres Salatiga menangkap buronan yang diduga menjadi otak sindikat pembobolan rekening bank swasta di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sindikat tersebut diduga menguras saldo nasabah hingga Rp750.747.508 dengan membeli data rekening secara daring, membuat KTP palsu, lalu mengganti kartu ATM korban di kantor cabang bank menggunakan identitas palsu.
Tersangka Pembobolan Rekening Bank Rp750 Juta Ditangkap, Pelaku akui Jualan dari Medsos
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang menangani 35 kasus kekerasan seksual hingga semester pertama 2026. Kepala DP3AKB Dewanto Leksono menyampaikan di Ungaran, Senin (6/7/2026), bahwa kasus cenderung meningkat sejak 2023 dan banyak pelaku merupakan orang terdekat korban, sehingga masyarakat diminta mendukung korban untuk melapor melalui layanan GEMATI.
Semester Pertama 2026, 35 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Kabupaten Semarang. Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga