KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dispertanikap Kabupaten Semarang Targetkan Tambahan LTT 200 Hektare pada 2026

Dispertanikap Kabupaten Semarang Targetkan Tambahan LTT 200 Hektare pada 2026

Dispertanikap Kabupaten Semarang Targetkan Tambahan LTT 200 Hektare pada 2026

Foto: win
Ilustrasi Foto: Dok/IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menargetkan penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 200 hektare pada tahun 2026. Target tersebut disesuaikan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian guna meningkatkan indeks produksi pertanian di daerah.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, mengatakan penambahan LTT menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga dan meningkatkan capaian produksi seperti tahun 2025. Namun demikian, upaya tersebut menghadapi tantangan besar berupa masifnya serangan organisme pengganggu tanaman akibat kerusakan ekologi.

“Target LTT 2026 kita sesuaikan dengan target Kementerian Pertanian. Tantangannya luar biasa karena organisme pengganggu tanaman semakin masif, sehingga ke depan petani kita dorong menjadi garda penjaga ekosistem,” ujarnya di Ungaran, Kamis (8/1/2026).

Menurut Edy, peningkatan LTT akan berbanding lurus dengan kenaikan indeks produksi. Sawah-sawah yang telah memiliki jaringan irigasi akan dioptimalkan agar mampu meningkatkan indeks pertanaman hingga dua kali tanam dalam setahun.

“Kalau LTT naik, indeks produksi juga naik. Sawah yang irigasinya sudah terbangun kita dorong bisa tanam dua kali. Potensinya ada di Kecamatan Suruh dan wilayah-wilayah tadah hujan,” jelasnya.

Untuk mendukung target tersebut, Dispertanikap juga melakukan langkah pengendalian hama secara terjadwal. Gerakan pengendalian hama direncanakan dua kali dalam setahun, mengikuti dua musim tanam utama, yakni Oktober hingga Maret.

“Sekarang ini kita sudah mulai pengendalian di beberapa kecamatan karena biasanya bulan Maret muncul serangan tikus, terutama di sekitar Rawa Pening,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Semarang turut mendorong peningkatan produktivitas melalui pengembangan pertanian semi organik. Pada 2026, petani akan mendapat bantuan pupuk organik serta benih padi genjah yang memiliki masa panen lebih cepat.

“Bibit genjah bisa panen sekitar 85 hari dari yang biasanya 120 hari,” pungkas Edy. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]