KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dukung Kelancaran Mobilitas Barang dan Jasa, PT Trans Marga Jateng Lakukan Pemeliharaan Rutin 25 Jembatan

Dukung Kelancaran Mobilitas Barang dan Jasa, PT Trans Marga Jateng Lakukan Pemeliharaan Rutin 25 Jembatan

Dukung Kelancaran Mobilitas Barang dan Jasa, PT Trans Marga Jateng Lakukan Pemeliharaan Rutin 25 Jembatan

Foto: Dok. PT Trans Marga Jateng

RASIKAFM , Banyumanik (29/06)  – Guna mendukung kelancaran mobilitas barang dan jasa serta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah Jawa Tengah, PT Trans Marga Jateng (TMJ) melakukan pemeliharaan rutin 25 jembatan di sepanjang Ruas Jalan Tol Semarang-Solo.

Terdapat 25 Jembatan membentang di Ruas Jalan Tol Semarang-Solo yang harus dilakukan perawatan secara rutin. Kedua puluh lima jembatan tersebut yakni Jembatan Tembalang Junction, Banyumanik I, Banyumanik II, Gedawang, Susukan, Penggaron, Kali Tinalun, Lemah Ireng I, Lemah Ireng II, Tuntang, Kauman Kidul, Sanjoyo, Kali Kendeng dan Serang, Kali Cemoro, Kali Butak, Kali Cengger 1, Kali Bendo, Kali Kiringan, Kali Putih 1, Kali Putih 2, Akses Road Kali Putih, Sungai Grenjeng, Sungai Putih, Sungai Plered, dan Sungai Pepe.

Jembatan yang dibangun dengan tipe struktur gelagar ini mempunyai panjang yang bervariatif, mulai dari panjang 35 meter pada jembatan Kali Kiringan hingga yang terpanjang 879 meter pada jembatan Lemah Ireng I. Sedangkan lebar jembatan tersebut mulai dari 23,6 meter hingga 24,2 meter.

Direktur Utama PT TMJ, Denny Chandra Irawan, menjelaskan metode perawatan pada jembatan yang dilakukan secara rutin agar jembatan lebih awet dan tahan lama. Jembatan di Ruas Jalan Tol Semarang-Solo dirancang untuk mampu menahan beban maksimal seberat 70 ton dengan umur rencana hingga usia 100 tahun.

“Selama ini selalu dilakukan inspeksi jembatan secara rutin yang dilakukan oleh inspeJASATRANSktor lapangan secara visual dan menggunakan metode Unmmaned Aerial Vehicle (UAV) atau Drone. Jika ditemukan kondisi jembatan dengan performa yang menurun, maka perbaikan segera dilaksanakan untuk mempertahankan Level of Service jembatan,” ujar Denny.JASA

Perbaikan pada jembatan dikelompokan menjadi tiga berdasarkan kondisinya, mulai dari perbaikan rutin seperti penambalan retak, perbaikan lubang dan perawatan sambungan jembatan. Kemudian perbaikan berkala, yaitu penggantian bearing pad, penggantian expansion joint, dan yang terakhir adalah perbaikan khusus. Perbaikan khusus dilaksanakan bila ditemukan kerusakan yang dapat mempengaruhi integritas struktur jembatan dan berdampak pada keselamatan pengguna jalan seperti terjadi longsor pada tebing/lereng di sekitar pondasi jembatan, maupun penurunan/pergerakan pada pondasi jembatan.

“Ketika ditemukan kerusakan secara struktural seperti pergeseran atau pergerakan jembatan maka akan segera dilakukan rehabilitasi terhadap jembatan tersebut bergantung kepada jenis kerusakan jembatannya. Untuk mempertahankan kondisi jembatan dalam keadaan baik, dilakukan pula pembersihan gulma/tanaman liar dan endapan pada saluran drainase jembatan,” ungkapnya.

Pakar Transportasi Djoko Setijowarno menyampaikan manfaat infrastruktur yang kuat untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara.

“Perlu dicermati, bahwa kualitas jalan dan jembatan harus tetap dipertahankan. Tidak hanya sebagai pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Badan Usaha Jalan Tol, namun lebih kepada menjaga faktor keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan”, jelasnya.

Djoko menambahkan, “Di sisi lain, disiplin dalam berkendara juga harus diperhatikan. Bagi para pengendara truk bermuatan, lebih harus mengindahkan kaidah-kaidah yang berlaku terkait beban demi kepentingan bersama. Selain itu, bisa dimungkinkan untuk pemberian tarif khusus bagi transportasi umum dan truk yang tidak Over Load dan Over Dimension (ODOL)”, tutupnya.

Guna menjaga kapasitas beban jembatan dan kekuatan jalan di Ruas Jalan Tol Semarang-Solo, PT TMJ juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap kendaraan ODOL.

Jalan Tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 Km sebagai bagian sistem jaringan jalan dan transportasi nasional yang sekaligus memiliki peranan penting di jaringan Jalan Tol Trans Jawa, mendukung pengembangan wilayah dan meningkatkan pemerataan hasil pembangunan, memperlancar kegiatan industri dan logistik antar daerah antar wilayah, serta mempercepat mobilisasi orang, barang dan jasa dengan memangkas waktu tempuh perjalanan.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air