URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polda Jawa Tengah menginisiasi penanaman jagung dalam rangka mendukung ketahanan di bidang kehutanan dan pertanian. Penanaman jagung ini telah dilaksanakan melalui kerjasama dengan Perum Perhutani Divre Jawa Tengah serta pak tani mitra polisi (Patroli) di petak 49 hutan produksi Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dukung Ketahanan Pangan, Polda Jateng Tanami Ratusan Hektare Lahan Perhutani dengan Jagung

Dukung Ketahanan Pangan, Polda Jateng Tanami Ratusan Hektare Lahan Perhutani dengan Jagung

Dukung Ketahanan Pangan, Polda Jateng Tanami Ratusan Hektare Lahan Perhutani dengan Jagung

featured-img

UNGARAN – Sebagai wujud kemitraan dengan petani, Polda Jawa Tengah menginisiasi penanaman jagung dalam rangka mendukung ketahanan di bidang kehutanan dan pertanian. Penanaman jagung ini telah dilaksanakan melalui kerjasama dengan Perum Perhutani Divre Jawa Tengah serta pak tani mitra polisi (Patroli) di petak 49 hutan produksi Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang seluas 15,6 hektare, Selasa (24/1/2023).

Ditemui usai kegiatan penanaman, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan penanaman ini untuk mendukung penguatan ketahanan pangan. Program ini juga akan dilakukan serentak di seluruh jajaran polres yang ada di wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

“Total lahan yang kita siapkan di seluruh wilayah Jawa Tengah sekitar 475 hektare,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolda, program yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan untuk memberikan kontribusi penguatan pangan bagi masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Selain itu, juga akan mendorong peningkatan perekonomian warga di pedesaan.

“Ini masih langkah awal. Kita punya 570 polsek jajaran dengan 34.000 personil yang siap digerakkan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan,” bebernya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio menambahkan, penanaman ini merupakan program diversifikasi lahan pangan untuk meningktkan produksi jagung di Jawa Tengah.

“Program ini juga didukung oleh pihak lain, seperti PT Pusri, BBWS Pemali- Juwana, PT Saprotan Utama, PT Charoen Pokphan Indonesia dan lainnya,” urainya.

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Divre Jawa Tengah, Ratmanto Trimahono menambahkan, lokasi penanaman di petak 49 hutan Jragung ini merupakan lahan hutan tebang tahun 2022 yang juga dipersiapkan untuk tanaman kehutanan tahun 2023.

“Masyarakat bisa memanfaatkan selama tiga tahun untuk dioptimalkan dengan sistem tumpangsari. Sehingga hutan masih bisa memberi manfaat kepada masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Perum Perhutani Divre Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki tak kurang 634.000 hektare lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program kemitraan Satgas Pangan Polda Jawa Tengah.

“Karena di wilayah kerja Perhutani Divre Jawa Tengah memiliki 21 satker (administratur) untuk disiapkan dalam mendukung polres jajaran untuk melaksanakan penguatan ketahanan pangan,” imbuhnya. (win)

 

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan