KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Duet All New Yaris: Farros dan Reza Siap Maju dalam Pilwalkot Salatiga

Duet All New Yaris: Farros dan Reza Siap Maju dalam Pilwalkot Salatiga

Duet All New Yaris: Farros dan Reza Siap Maju dalam Pilwalkot Salatiga

eta politik menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga semakin menarik dengan Abdul Fattah Ismail Farros (Mas Farros), putra mantan Wakil Wali Kota Dr. H. Muh Haris, yang mendaftar sebagai calon wali kota ke DPC Partai Gerindra pada Selasa, 25 Juni 2024. Kedatangan Farros diterima oleh Rashad Imam Reza Syach Putra Yuliyanto (Mas Reza), putra mantan Wali Kota Yuliyanto, memunculkan ide duet "All New Yaris" atau "Yaris Reborn", mengulang kisah sukses duet orang tua mereka, Yuliyanto dan Haris, yang memimpin Salatiga selama dua periode (2012-2022).
Foto Arief Rasika
Abdul Fattah Ismail Farros (kiri), putra mantan Wawali Salatiga Dr H Muh Haris, bersama Rashad Imam Reza Syach Putra Yuliyanto, di Partai Gerindra Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Peta politik menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga, makin menarik.

Salah satu kandidat calon wali kota bernama Abdul Fattah Ismail Farros (Mas Farros), putra dari mantan Wakil Wali Kota Dr H Muh Haris, mendaftar sebagai calon wali kota ke DPC Partai Gerindra, selasa 25.6.2024.

Kedatangan Farros ke DPC Gerindra ini mengulang cerita lama duet Wali Kota Yuliyanto dan Wawali Muh Haris, yang dikenal dengan sebutan Yaris (Yuliyanto-Haris).

Saat mendaftar tersebut Farros diterima oleh putra dari Yuliyanto, yakni Rashad Imam Reza Syach Putra Yuliyanto atau yang akrab disapa Reza.

Kontan, pertemuan putra-putra mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tersebut, memunculkan ide duet All New Yaris atau Yaris Reborn.

Bukan tidak mungkin pertemuan Abdul Fattah Ismail Farros (Mas Farros) dan Rashad Imam Reza Syach Putra Yuliyanto (Mas Reza), mengulang kisah lalu keberhasilan orang tua mereka. Duet Yaris telah memimpin Kota Salatiga dua periode 2012-2022.

“Kehadiran kami di Partai Gerindra ini sebagai keseriusan kami mendaftar Cawali. Sebagai anak muda, kami ingin membangun Salatiga agar bisa lebih baik lagi,” kata Farros.

Diakuinya keberhasilan orang tua mereka memimpin Salatiga dua periode memang menjadi motivasi.

Tapi motivasi utamanya adalah semangat sebagai generasi muda kembali ke Salatiga untuk memajukan Salatiga.

Farros mengakui masih banyak potensi yang dimiliki Kota Salatiga yang bisa dikembangkan.

Farros mencontohkan potensi olahraga Kota Salatiga yang masih bisa dikembangkan.

Sejak dulu Kota Salatiga adalah gudangnya atlet yang bisa berprestasi di kancah internasional.

Dia siap duet dengan siapanpun. Asalkan dengan tujuan dan niat baik, semoga mendapat ridha dari Allah Swt.

Sementara itu Reza menjelaskan belum bisa berkomentar, karena belum mendaftar. Reza sempat diajak guyon, tinggal ambil saja formulir di partai sendiri (Gerindra) yang dipimpin ayahnya Yuliyanto.

Farros saat diwawancarai Rasika FM

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]