URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menekankan peningkatan mutu tembakau saat pengukuhan pengurus P2RPTI di Ungaran, Kamis (30/4/2026), guna mendorong kesejahteraan petani melalui benih unggul yang tengah diuji BRIN, seiring rendahnya harga jual, dengan harapan produksi berkualitas mampu meningkatkan nilai pasar dan pengembangan industri daerah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Fokus Benih Unggul, Pemkab Semarang Bidik Kenaikan Harga Tembakau Petani

Fokus Benih Unggul, Pemkab Semarang Bidik Kenaikan Harga Tembakau Petani

Fokus Benih Unggul, Pemkab Semarang Bidik Kenaikan Harga Tembakau Petani

Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) Kabupaten Semarang periode 2026–2030 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/4/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) Kabupaten Semarang periode 2026–2030 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/4/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha menekankan pentingnya peningkatan mutu tembakau sebagai kunci untuk mendongkrak kesejahteraan petani. Menurutnya, kualitas hasil panen yang baik akan berbanding lurus dengan harga jual di pasaran, sehingga petani bisa merasakan hasil yang lebih optimal.

“Dalam usaha perkebunan tembakau, mutu adalah yang utama. Karena itu, kami siapkan benih unggul agar kualitas panen meningkat,” ujarnya usai menghadiri pengukuhan pengurus DPC Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) Kabupaten Semarang periode 2026–2030 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/4/2026).

Ia juga berharap kepengurusan baru P2RPTI dapat memberikan masukan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan tembakau di daerah. Pasalnya, hingga kini Kabupaten Semarang belum memiliki pabrik rokok sendiri.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Endang Purbandari, menyampaikan proses sertifikasi benih tembakau unggul masih berlangsung di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Untuk memperoleh sertifikat, benih tersebut harus melalui sembilan kali uji multilokasi, dan hingga 2026 sudah dilakukan empat kali pengujian.

“Benih ini memiliki keunggulan lebih tahan terhadap penyakit serta mampu beradaptasi dengan kondisi lahan setempat,” jelasnya.

Data terakhir mencatat produksi tembakau di Kabupaten Semarang mencapai 926.976 kilogram dari luas lahan 668,2 hektare. Produksi tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Getasan, Tengaran, Sumowono, Bandungan, Kaliwungu, dan Banyubiru.

“Selama ini, hasil panen petani dipasarkan melalui kemitraan dengan pihak ketiga ke pabrik rokok,” sambungnya.

Di sisi lain, Ketua DPC P2RPTI Kabupaten Semarang, Imam Sunaryo, mengungkapkan harga tembakau saat ini masih tergolong rendah, rata-rata sekitar Rp6.500 per kilogram, tergantung jenisnya. Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menyiapkan benih unggul untuk meningkatkan kualitas sekaligus harga jual tembakau.

“Kami akan mendorong petani untuk mulai menggunakan benih unggul ini, agar standar mutu tembakau bisa meningkat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga