URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wacana pemindahan pedagang Pasar Pagi ke Pasar Rejosari yang dilontarkan oleh Wali Kota Salatiga menimbulkan keresahan di kalangan pedagang karena dinilai merugikan dan minim sosialisasi. Penolakan tegas datang dari Fraksi PDI Perjuangan - Nasdem DPRD Kota Salatiga yang dipimpin Alexander Joko Sulistiyo Budi Yuwono, S.E., mewakili aspirasi para pedagang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Fraksi PDI Perjuangan Salatiga Tolak Wacana Pemindahan Pasar Pagi

Fraksi PDI Perjuangan Salatiga Tolak Wacana Pemindahan Pasar Pagi

Fraksi PDI Perjuangan Salatiga Tolak Wacana Pemindahan Pasar Pagi

Sejumlah pedagang pasar pagi Salatiga usai pertemuan
featured-img

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Munculnya Wacana pemindahan pedagang Pasar Pagi ke Pasar Rejosari oleh Wali Kota Salatiga memantik keresahan di kalangan pedagang. Mereka secara tegas menolak rencana tersebut karena dinilai merugikan dan minim sosialisasi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan – Nasdem DPRD Kota Salatiga, Alexander Joko Sulistiyo Budi Yuwono, S.E., menyampaikan sikap tegas fraksinya menentang wacana itu. Ia menyebut langkah pemerintah terkesan terburu-buru dan belum melalui kajian yang matang.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik merasa terpanggil untuk ikut mengambil peran dalam pendampingan kepada masyarakat pedagang pagi yang saat ini merasa resah dengan adanya wacana pemindahan pasar pagi tersebut,” ujar Bung Alex Senin (5/5/2025).

Setelah melakukan pertemuan langsung dengan para pedagang dan pengurus paguyuban, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan penolakannya atas rencana pemindahan ke Rejosari. Bung Alex menegaskan bahwa pemerintah seharusnya hadir untuk menenangkan, bukan membuat masyarakat gelisah.

“Kami berpendapat bahwa wacana pemindahan pasar pagi terkesan sangat terburu-buru dan belum didasari dengan kajian yang mendalam. Seharusnya Negara hadir untuk mensejahterakan dan menentramkan masyarakatnya bukan meresahkan,” lanjutnya.

Ia juga mengkritisi langkah pemerintah yang belum menyusun kajian menyeluruh melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Bahkan menurutnya, hingga saat ini belum ada dokumen perencanaan resmi dari pemerintah daerah terkait wacana tersebut.

“Ketika kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah tidak sesuai dengan dokumen perencanaan yang sudah ditetapkan dan berdampak luas terhadap masyarakat maka, kami sebagai anggota DPRD Kota Salatiga akan menggunakan hak kami dalam rangka melaksanakan tupoksi kami pada fungsi pengawasan untuk mengingatkan pemerintah agar kembali pada ‘jalan yang benar’,” tegasnya.

Dalam pertemuan rutin paguyuban pedagang sayur Pasar Pagi “Maju Makmur” pada 4 Mei 2025, Alex juga mengimbau para pedagang agar tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh wacana yang belum jelas.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam membina dan memfasilitasi kebutuhan pedagang dengan cara meningkatkan infrastruktur pasar seperti MCK, drainase, dan penyediaan air bersih.

“Selain pedagang juga semakin meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi waktu yang disepakati dan disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar, sehingga tidak ada celah kesalahan pedagang yang akan digunakan sebagai alasan oleh pemerintah untuk melakukan tindakan atau memindah pedagang pasar pagi,” tandas Alex.

senada disampaikan oleh Suniprat, mantan anggota DPRD Kota Salatiga tiga periode, yang kini dipercaya para pedagang sebagai pendamping. Ia menilai wacana pemindahan itu sangat minim sosialisasi dan terkesan mendadak.

“Pedagang diminta tetap berdagang dan tidak perlu resah terkait wacana pemindahan tersebut, yang perlu dilakukan adalah peningkatan disiplin tepat waktu saat tutup dasaran dan disiplin dalam hal kebersihan,” pinta Suniprat.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved