URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Untuk mencegah kekerasan di sekolah, Kepala SDN Tegalrejo 01 Tengaran, Veronika Lindawati, menggandeng PEARL Salatiga menggelar Gerakan Bersama Cegah Kekerasan pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini diikuti 12 siswa kelas 6 dan disertai edukasi pendidikan seks sejak dini guna meningkatkan kesadaran dan karakter siswa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gandeng PEARL, SD Tegalrejo 01 gelar Sex Education dan Stop Kekerasan

Gandeng PEARL, SD Tegalrejo 01 gelar Sex Education dan Stop Kekerasan

Gandeng PEARL, SD Tegalrejo 01 gelar Sex Education dan Stop Kekerasan

Untuk mencegah kekerasan di sekolah, Kepala SDN Tegalrejo 01 Tengaran, Veronika Lindawati, menggandeng PEARL Salatiga menggelar Gerakan Bersama Cegah Kekerasan pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini diikuti 12 siswa kelas 6 dan disertai edukasi pendidikan seks sejak dini guna meningkatkan kesadaran dan karakter siswa.
Foto Arief rasika
Sejumlah siswa SD Tegalrejo 01 Tengaran saat mengikuti materi anti kekerasan yang disampaikan oleh Pearl
featured-img

Masih adanya kasus kekerasan di sekolah, karena tidak adanya lingkungan yang aman dan saling menghormati. Hal ini diperparah korban ragu melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang dewasa, yang berakibat rasa percaya diri menurun.

Untuk menghindari hal tersebut, Langkah positif diambil oleh Veronika Lindawati, kepala sekolah
SDN Tegalrejo 01 kecamatan Tengaran kabupaten Semarang. Selasa (4.11.2025).

Dengan mengandeng PEARL Salatiga gelar kegiatan Gerakan Bersama Cegah Kekerasan, yang diikuti oleh 12 siswa siswi kelas 6 disekolah tersebut.

Kepada rasikafm.com, Kepala Sekolah SD Tegalrego 01, Veronika Lindawati. S.Pd., M.Pd, menjelaskan pihaknya merasa prihatin masih adanya kasus kekerasan pada anak sekolah, beruntung hal itu tidak terjadi di sekolahnya.

Selain itu Linda juga merasa perlu memasukan materi pendidikan sex sejak dini, khususnya kepada siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan lulus. “Nantinya mereka akan lulus, masuk ke SMP, sehingga diharapkan dengan materi pendidikan sex mereka akan terhindar dari hal hal buruk yang tidak diinginkan”. Ujar Linda.

Linda menambahkan jika materi Pendidikan sex penting diberikan sebagai wawasan anak, apalagi selama ini orang tua tidak semuanya memberikan dengan alasan malu dan tabu. “Orang tua kadang sungkan ajarkan pendidikan sex, dengan alasan tabu atau bahkan kadang tidak mengerti maksudnya”. Tambah pemilik akun tik tok Veronika ini.

Menurutnya setelah bertemu dengan Yayasan Pesan (Peduli Setiap Insan) maka dapat inspirasi untuk menularkan ilmu dari mereka. Sehingga pemberian materi Pendidikan Karakter Siswa gampang ditularkan.

Sementara itu ketua Yayasan Pesan, Mike Yanti Sinaga mengatakan jika apa yang dilakukan dengan SD Tegalrejo ini sudah kali ke 4. Pearl Salatiga juga prihatin masih adanya masalah kekerasan anak di sekolah, meskipun hanya berupa Kekerasan Verbal.

“Mengapa sampai terjadi kekerasan? Terkadang anak tidak paham dengan apa yang mereka lakukan adalah bentuk kekerasan. Padahal sebagai orang dewasa menilai kekerasan adalah perilaku yang bisa menyakiti orang lain”. Ujar Mike.

Menurut Mike disinilah pentingnya kehadiran Pearl dalam memberikan pemahaman soal tidak baiknya kekerasan terhadap anak dan Wanita” ujarnya.

Menurut Mike Pihaknya akan terus mengedukasi dan mengupayakan tindakan Preventif (pencegahan) agar orang tidak terjebak dan menjadi korban kekerasan termasuk perdagangan manusia.

Sebagai organisasi dan Yayasan yang sudah berkiprah selama 15 tahun lebih untuk terus bersama dan menyeruakan Stop perdagangan manusia. Pearl tidak hanya bergerak di Salatiga namun juga sudah bergerak di berbagai daerah baik di Kupang, Sumba, Palembang dan daerah-daerah lain di Indonesia.

Kurnia Rahma salah seorang siswa menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya dengan pemberian materi dirinya jadi tahu apa itu sex dan pencegahan kekerasan pada anak.

Kepala Sekolah, Veronika Lindawati. Saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga