KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ganjar Bahas 5 Alternatif Pemenuhan Oksigen

Ganjar Bahas 5 Alternatif Pemenuhan Oksigen

Ganjar Bahas 5 Alternatif Pemenuhan Oksigen

RASIKAFM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berupaya menutup kekurangan pasokan oksigen di wilayahnya. Sejumlah upaya dan alternatif mempercepat penambahan suplai serta distribusi pun diambil dengan mengedepankan situasi kedaruratan.

Dalam Rakor Ketersediaan Oksigen Medis Jawa Tengah di Gubernuran, Selasa (13/7), dibahas lima alternatif. Dari teknis distribusi yang terkendala akses rumah sakit, konversi oksigen industri ke kesehatan, penghematan oksigen oleh rumah sakit, instalasi oksigen generator, hingga penggabungan perusahaan suplier oksigen.

“Kita mencoba meminta melalui pemerintah pusat, mbok dikonversi. Konversi lah yang dari industri ke kesehatan, agar (kekurangan) bisa terpenuhi,” ujar Ganjar.

Masalah lainnya adalah teknis pengiriman. Sebab seringkali transporter atau pengangkut oksigen isotank yang berukuran besar (isotank) tidak bisa masuk ke rumah sakit.

“(Transporter) yang gede-gede ini tidak mungkin karena rata-rata rumah sakitnya tidak menyiapkan (jalan masuk) yang lebih lebar. ‘Waduh pak ada gapurane, ada pagere pak’, nah saya bilang kalau seperti itu dirobohkan aja gapuranya wong sudah darurat,” tegas Ganjar.

Penggunaan oksigen generator di rumah sakit menjadi opsi yang menarik dibahas. Sebab dengan begitu, rumah sakit bisa memproduksi oksigennya sendiri. Namun hal ini jelas tidak bisa instan karena peralihan ke oksigen generator butuh waktu untuk instalasi.

Alternatif lainnya yakni penghematan oksigen di rumah sakit. Caranya dengan mengganti alat dari HFNC (High Flow Nasal Cannula) ke Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang aliran oksigennya tidak terlalu tinggi. Selain itu, harganya lebih terjangkau.

“Itu sudah dipraktekkan di rumah sakit Moewardi. Maka tadi kita sampaikan sama persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) apakah setuju, minimal dari sisi penghematan. Jadi gerakannya di hulu kita mencari, transporternya aman, rumah sakit bisa berhemat tapi ini sustain. Sehingga kemudian stok yang ada di rumah sakit itu mencukupi untuk mengcover pasien,” tegasnya.

Supplier dan Distributor Oksigen Akan Digabungkan Agar Open Akses

Selain itu, Ganjar juga berencana menggabungkan kelola perusahaan supplier dengan distributor oksigen di masa darurat ini. Sehingga pelaksanaannya bisa terbuka dan lebih cepat mengatasi ketersediaan oksigen ini.

“Perusahaan-perusahaan supplier yang ada, distributor yang ada kita mau gabungkan agar punya MoU sehingga menjadi open akses, kalau nggak kan nanti sendiri-sendiri, ‘ini punyaku kok saya nggak mau setor sana kok’, nggak bisa, ini kondisi darurat,” tandasnya

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]