URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peran konsultan dalam pembangunan infrastruktur sangat penting agar hasilnya sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Ia juga berharap peran konsultan dalam menyelesaikan persoalan rob di wilayah Pantura.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Jelaskan Pentingnya Peran Konsultan dalam Pembangunan Fisik

Ganjar Jelaskan Pentingnya Peran Konsultan dalam Pembangunan Fisik

Ganjar Jelaskan Pentingnya Peran Konsultan dalam Pembangunan Fisik

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peran konsultan dalam pembangunan infrastruktur sangat penting agar hasilnya sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Ia juga berharap peran konsultan dalam menyelesaikan persoalan rob di wilayah Pantura.

“Sekarang butuh kepekaan-kepekaan di antara kita semua terhadap kehendak rakyat yang berekspektasi tinggi terhadap bangunan yang ada di Indonesia ini. Maka peran konsultan, peran INKINDO, sangat penting untuk memberikan desain terbaik, pengawasan yang terbaik,” kata Ganjar saat menghadiri acara Musyawarah Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Jawa Tengah di Hotel Gumaya, Selasa (31/5/2022).

Desain dan pengawasan terbaik itu, kata Ganjar, akan menghindarkan pekerjaan atau proyek pembangunan dari hasil yang tidak sesuai perencanaan. Ganjar beberapa kali menemukan adanya pekerjaan yang hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Misalnya pembangunan SMA Negeri di Tawangmangu yang sempat viral di media sosial. Terbaru adalah bangunan Puskesmas di Kabupaten Cilacap yang sudah sudah rusak padahal belum digunakan.

“Kemarin kita menemukan umpama sekolah yang ada di Tawangmangu atau kemarin saya ke Cilacap menemukan bangunan seperti itu (atap bocor). Itu baru sekian contoh, yang lain banyak sekali,” kata Ganjar.

Pernyataan Ganjar tersebut merujuk pada pembangunan infrastruktur yang juga banyak dikerjakan oleh pemerintah pusat. Misalnya kontruksi di Jalan Tol Trans Jawa, di mana ada satu ruas di sekitar Batang sampai Tegal yang ketika dilewati dengan kecepatan tertentu mobil seakan melompat.

“Terus kemudian banyaklah ya karena Presiden juga membangun infrastruktur yang sangat banyak, jalan dan sebagainya. Rasa-rasanya peran konsultan menjadi makin besar dan ditunggu. Kalau kita lewat jalan tol, ada satu ruas di Pantura antara Batang sampai Tegal itu ada yang langsung kalau dilewati itu lompat. Apakah kemudian konsultan bisa memperbaiki,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Ganjar juga mencolek INKINDO untuk ikut memberikan masukan terkait penanggulangan rob di wilayah Pantura. Itu ia sampaikan setelah melihat kasus tembok penahan di wilayah Tanjung Emas jebol dan mengakibatkan luapan air pasang beberapa waktu lalu.

Ganjar menceritakan bahwa selama pengamatan langsung di lokasi atau laporan perkembangan, penanganan di tempat itu tidak dapat dilakukan dengan cepat. Penanganan yang dilakukan masih menggunakan cara lama yang terkesan lambat untuk penanganan pertama ketika terjadi bencana.

“Teman-teman INKINDO tadi saya kasih PR soal rob. Penanggulangan secara fisiknya seperti apa dan cepat. Sehingga yang sifatnya seperti itu kita butuh teknologi baru, butuh referensi baru, dan saya kira INKINDO yang menurut saya punya kesempatan untuk bisa mendesain dan merumuskan untuk bisa diaplikasikan dengan nyata,” pungkas Ganjar.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon