KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gempa Magnitudo 2,6 dan 2,9 Guncang Salatiga, Warga Panik

Gempa Magnitudo 2,6 dan 2,9 Guncang Salatiga, Warga Panik

Gempa Magnitudo 2,6 dan 2,9 Guncang Salatiga, Warga Panik

Ilutrasi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Gempa bumi berskala rendah Magnitudo 2,6 dan 2,9 landa kota Salatiga dan sekitarnya, Jumat (8.11.2024) siang. Warga mengira itu bukan gempa karena hanya terjadi beberapa detik saja.

Gempa bumi pertama terjadi sekitar pukul 12.51 WIB dan gempa susulan terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan dalam kejadian itu.

Dari laman BPBD Kota Salatiga menyebutkan seluruh relawan se Salatiga sudah mendeteksi tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material.
Jika ada kerusakan masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan ke BPBD Kota Salatiga. Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya berita hoax terkait terjadinya gempa bumi itu.

Nasirudin, warga Blotongan, Salatiga mengaku merasakan adanya gempa Jumat siang itu.

“Iya ada rasa getaran di tanah, syukur tidak besar gempa jadi semua baik-baik saja,” katanya.

Hal senada dikatakan Antok Suryo warga di sekitar Pasaraya, Salatiga. Menurut Antok banyak banyak yang mengira getaran berasal dari getaran truk bermuatan berat yang biasa melintas di jalan hingga menimbulkan efek getaran.

“Saya kira ada truk lewat biasa kalau truk besar lewat timbul getaran tanah,” katanya.

Pantauan Rasika FM sampai jumat sore sejumlah aktifitas di Salatiga normal, seperti kawasan Pasaraya Salatiga juga tetap berlangsung normal, namun sejumlah pedagang dan warga saling memperbincangkan jika baru saja terjadi getaran beberapa detik yang tidak tahu sebenarnya itu adalah telah terjadi gempa bumi pada kedalaman 12 km.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]