KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Grebeg 10 Suro di Sendang Cupumanik Gunung Kendalisodo, Dipercaya Pernah Dijaga Hanoman

Grebeg 10 Suro di Sendang Cupumanik Gunung Kendalisodo, Dipercaya Pernah Dijaga Hanoman

Grebeg 10 Suro di Sendang Cupumanik Gunung Kendalisodo, Dipercaya Pernah Dijaga Hanoman

Arak-arakan tumpeng dikirab dalam Grebeg 10 Suro Gunung Kendalisodo yang dipusatkan di Sendang Cupumanik, Samban, Bawen, Kabupaten Semarang belum lama ini. (Foto/IST)

UNGARAN – Bulan Suro atau Muharram bagi masyarakat Jawa khususnya memiliki arti tersendiri. Berbagai ritual jamak dilakukan, seperti menjamas benda pusaka, ritual ‘kungkum’ hingga kirab dan selamatan.

Di Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, warga Desa Samban, masyarakat memperingati bulan Suro dengan menggelar tradisi Grebeg Gunung Kendalisodo. Tradisi itu dipusatkan di sebuah mata air yang oleh warga setempat disebut Sendang Cupumanik.

Rabin, sang juru kunci Sendang Cupumanik menuturkan upacara Grebeg Kendalisodo tersebut biasanya digelar pada 10 Muharram atau 10 Suro tiap tahunnya. Kegiatan itu bertumpu pada kepercayaan yang berkaitan dengan tokoh pewayangan Hanoman. Konon katanya Hanoman pernah bertapa dan menjaga wilayah tersebut.

“Maknanya yaitu bersyukur kepada Gusti Pangeran. Bukan berarti kita meminta keberkahan keselamatan kepada selain Tuhan, ritual ini hanya sebagai perantara, kita tetap berharap pada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya saat ditemui usai memimpin ritual di Sendang Cupumanik belum lama ini.

Dalam ritual itu turut pula dijamas Garuda Pancasila. Maknanya bahwa hal itu menggambarkan perjuangan para pahlawan dahulu dalam memerdekakan Republik Indonesia.

“Yang sudah dititipkan para pendahulu, kita jaga, agar selalu adil dan makmur,” imbuhnya.

Acara itu juga diramaikan dengan pertunjukan kesenian seperti tari-tarian, kuda lumping dan lain-lain. Para penjual jajanan keliling juga memenuhi permukiman dan jalan-jalan yang dilalui kirab. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]