PT Trans Marga Jateng mencatat peningkatan signifikan arus kendaraan di Gerbang Tol Ungaran dan Gerbang Tol Bawen dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini menegaskan peran ruas tol sebagai akses utama menuju kawasan wisata unggulan di Jawa Tengah.
Berdasarkan data trafik perusahaan, volume kendaraan yang melintas melalui dua gerbang tersebut terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, trafik meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada 2026, pertumbuhan kembali tercatat sebesar 8–10 persen, terutama saat akhir pekan panjang dan musim libur nasional.
Peningkatan ini didorong tingginya mobilitas wisatawan menuju kawasan favorit seperti Ungaran, Bandungan, dan Bawen. Akses jalan tol yang lebih cepat membuat masyarakat kini cenderung memilih perjalanan yang lebih efisien dan terencana untuk berwisata.
Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Prajudi, mengatakan fungsi jalan tol kini berkembang lebih luas dari sekadar jalur transportasi.
“GT Ungaran dan Bawen telah berkembang menjadi pintu masuk utama jalur wisata Jawa Tengah. Pertumbuhan trafik yang konsisten dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa aksesibilitas memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kenaikan arus kendaraan tersebut juga memberi efek berganda pada ekonomi lokal. Sektor pariwisata, kuliner, penginapan, hingga UMKM di sekitar kawasan wisata mengalami peningkatan aktivitas, seiring bertambahnya kunjungan masyarakat.
Menurut Prajudi, hal ini menjadi bukti bahwa infrastruktur jalan tol mampu mendorong terbentuknya ekosistem wisata yang produktif sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai bagian dari komitmen layanan, PT Trans Marga Jateng terus meningkatkan kualitas operasional jalan tol, agar perjalanan pengguna tetap aman, nyaman, dan efisien. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan dalam memperkuat konektivitas dan pengembangan ekonomi di Jawa Tengah.