URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pelaksanaan mudik Lebaran di Jawa Tengah berjalan kondusif dan mengapresiasi seluruh petugas pelayanan serta pengamanan yang bertugas dalam operasi kemanusiaan ini. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah Salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, pada Senin, 31 Maret 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pelaksanaan mudik Lebaran di Jawa Tengah berjalan kondusif dan mengapresiasi seluruh petugas pelayanan serta pengamanan yang bertugas dalam operasi kemanusiaan ini. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah Salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, pada Senin, 31 Maret 2025.
featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pelaksanaan mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah berjalan kondusif. Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh petugas pelayanan dan pengamanan yang bertugas mewujudukan kondusivitas pada operasi kemanusiaan tersebut.

“Mudik Lebaran di tempat kita sangat kondusif sekali. Saya atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh rakyat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada kepolisian dan perbantuan TNI yang telah memberikan pelayanan, pengamanan, dan jaminan keamanan sebagai representasi negara hadir dalam rangka operasi kemanusiaan di wilayah kita,” katanya usai Salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin, 31 Maret 2025.

Luthfi menjelaskan, secara umum arus mudik di Jawa Tengah tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hampir 280 ribu, tahun ini turun sekitar sekitar 24-25 persen.

Meski demikian, penurunan itu tidak mengendorkan semangat karena Pemprov Jateng bersama kabupaten/kota selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya mudik gratis pada 26-27 Maret 2025 lalu dengan menyediakan 300 lebih unit bus dan 16 gerbong kereta api untuk mudik gratis. Begitu halnya pada arus valik.

“Ini merupakan satu bentuk perwujudan hadirnya negara dalam rangka memberikan keringanan kepada masyarakat kita Jawa Tengah terutama yang bekerja informal di Jakarta,” katanya.

Ia kembali berpesan kepada masyarakat yang sudah pulang ke Jawa Tengah untuk tidak kembali lagi ke Jakarta selama di sana belum punya pekerjaan tetap. Lebih baik untuk tetap di daerahnya untuk bersama-sama membangun daerah masing-masing.

“Kita bangun bersama-sama Jawa Tengah dengan masyarakat di wilayah kita. Kalau sangune (uang saku) masih cukup ya kita bangun desane dhewe-dhewe (desanya masing-masing),” pesannya.

Luthfi menambahkan, pengawasan di tempat-tempat wisata di Jawa Tengah juga terus dilakukan selama libur lebaran. Tempat wisata menjadi salah satu tujuan pemudik selain bersilaturahmi dengan sanak famili.

Terkait hal ini, koordinasi dengan pihak terkait termasuk TNI-Polri juga sudah dilakukan. Petugas dari BPBD Jateng dan SAR juga disiagakan untuk antisipasi karena saat ini masih musim pancaroba.

“Jadi tujuan mudik itu pertama adalah silaturahmi, kedua adalah tepat wisata. Tempat wisata sudah punya koordinasi, baik Pemprov dan Pemkab/Pemkot maupun TNI-Polri untuk memberikan jaminan keamanan, terutama SAR dan BPBD karena masih musim pancaroba. Jangan sampai nanti di tempat wisata tidak ada pengawasan dari kita,” tegasnya. (did)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved