KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif

Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Mudik Lebaran di Jawa Tengah Kondusif

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pelaksanaan mudik Lebaran di Jawa Tengah berjalan kondusif dan mengapresiasi seluruh petugas pelayanan serta pengamanan yang bertugas dalam operasi kemanusiaan ini. Pernyataan tersebut disampaikannya setelah Salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, pada Senin, 31 Maret 2025.

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pelaksanaan mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah berjalan kondusif. Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh petugas pelayanan dan pengamanan yang bertugas mewujudukan kondusivitas pada operasi kemanusiaan tersebut.

“Mudik Lebaran di tempat kita sangat kondusif sekali. Saya atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh rakyat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada kepolisian dan perbantuan TNI yang telah memberikan pelayanan, pengamanan, dan jaminan keamanan sebagai representasi negara hadir dalam rangka operasi kemanusiaan di wilayah kita,” katanya usai Salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin, 31 Maret 2025.

Luthfi menjelaskan, secara umum arus mudik di Jawa Tengah tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hampir 280 ribu, tahun ini turun sekitar sekitar 24-25 persen.

Meski demikian, penurunan itu tidak mengendorkan semangat karena Pemprov Jateng bersama kabupaten/kota selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya mudik gratis pada 26-27 Maret 2025 lalu dengan menyediakan 300 lebih unit bus dan 16 gerbong kereta api untuk mudik gratis. Begitu halnya pada arus valik.

“Ini merupakan satu bentuk perwujudan hadirnya negara dalam rangka memberikan keringanan kepada masyarakat kita Jawa Tengah terutama yang bekerja informal di Jakarta,” katanya.

Ia kembali berpesan kepada masyarakat yang sudah pulang ke Jawa Tengah untuk tidak kembali lagi ke Jakarta selama di sana belum punya pekerjaan tetap. Lebih baik untuk tetap di daerahnya untuk bersama-sama membangun daerah masing-masing.

“Kita bangun bersama-sama Jawa Tengah dengan masyarakat di wilayah kita. Kalau sangune (uang saku) masih cukup ya kita bangun desane dhewe-dhewe (desanya masing-masing),” pesannya.

Luthfi menambahkan, pengawasan di tempat-tempat wisata di Jawa Tengah juga terus dilakukan selama libur lebaran. Tempat wisata menjadi salah satu tujuan pemudik selain bersilaturahmi dengan sanak famili.

Terkait hal ini, koordinasi dengan pihak terkait termasuk TNI-Polri juga sudah dilakukan. Petugas dari BPBD Jateng dan SAR juga disiagakan untuk antisipasi karena saat ini masih musim pancaroba.

“Jadi tujuan mudik itu pertama adalah silaturahmi, kedua adalah tepat wisata. Tempat wisata sudah punya koordinasi, baik Pemprov dan Pemkab/Pemkot maupun TNI-Polri untuk memberikan jaminan keamanan, terutama SAR dan BPBD karena masih musim pancaroba. Jangan sampai nanti di tempat wisata tidak ada pengawasan dari kita,” tegasnya. (did)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]