URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi refleksi bagi Restu Ari Nur Pratiwi, guru SDN Dukuh 01 Salatiga, pada Selasa (25/11/2025). Ia meneguhkan panggilan jiwanya sebagai pendidik dengan menerapkan mindfulness dan teknik napas 4-4-4-4 untuk membantu murid lebih fokus, tenang, dan seimbang secara emosional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Guru SD di Salatiga Terapkan Teknik Sadar Napas, Seperti Apa?

Guru SD di Salatiga Terapkan Teknik Sadar Napas, Seperti Apa?

Guru SD di Salatiga Terapkan Teknik Sadar Napas, Seperti Apa?

Restu Ari Nur Pratiwi, guru SDN Dukuh 01 Salatiga. Foto dok IST
Restu Ari Nur Pratiwi, guru SDN Dukuh 01 Salatiga. Foto dok IST
Featured Image

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Momen Hari Guru Nasional tahun 2025 menjadi perenungan mendalam bagi Restu Ari Nur Pratiwi (39), guru kelas 4 SDN Dukuh 01 Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Bukan sekadar upacara rutin, melainkan jeda batin untuk meneguhkan kembali panggilan jiwanya sebagai pendidik.

“Hari Guru Nasional itu refleksi, bukan hanya seremonial. Guru itu bukan hanya pemberi ilmu, tapi pemandu kesadaran, pembawa cahaya, dan penanam benih kebaikan,” kata Restu, Selasa (25/11/2025).

Baginya mengajar adalah ibadah, proses membangun kesadaran anak didik untuk mengenal diri, menumbuhkan fitrah, dan mendekatkan diri pada kebenaran sejati.

Ketika seorang guru hadir utuh dan mengajar dengan hati, lanjut dia, pengetahuan tidak lagi sekadar materi, melainkan cahaya.

Di balik aktivitasnya sebagai pendidik dan ibu dari empat anak laki-laki, dia menekuni pembelajaran Reiki Tummo sejak 2007.

Minatnya pada spiritualitas membuatnya terus mencari cara menghadirkan ketenangan dalam pembelajaran, hingga menemukan teknik mindfulness sederhana yang kini ia terapkan di kelas, yakni sadar napas 4-4-4-4.

“Mindfulness bukan teori. Ini alat untuk kembali pada kesadaran, meningkatkan fokus, empati, dan keseimbangan emosi,” tutur dia.

Teknik itu dinilai sangat membantunya menghadapi kelas yang dia sebut “kelas paling ribut yang pernah saya ampu”.

Siswa-siswanya terbilang sangat aktif, beberapa mudah terpancing emosi, dan terdapat satu anak istimewa yang telah menjalani tes psikologi namun belum mendapatkan terapi.

Pada awal tahun ajaran, Restu sempat kewalahan.

Namun dia kemudian mencoba membiasakan rutinitas sederhana setiap kelas pagi, yakni doa syukur dan latihan napas selama lima menit, tarik napas empat detik, tahan empat detik, buang empat detik, jeda empat detik.

“Mereka lebih tenang, lebih mudah diatur, lebih fokus.

Bahkan ketika saya tanya, mereka bilang merasa nyaman setelah latihan napas,” ungkapnya.
“Mereka lebih tenang, lebih mudah diatur, lebih fokus.

Bahkan ketika saya tanya, mereka bilang merasa nyaman setelah latihan napas,” ungkapnya.

Murid istimewanya pun menunjukkan perubahan signifikan.

Jika dulu sering menyendiri dan mudah tantrum, kini dia mulai mau berkomunikasi, bermain bersama teman, dan menjadi lebih sopan.

“Saya sadar, saya tidak tahu apa yang mereka alami sebelum datang ke sekolah, apakah habis dimarahi atau ada masalah di rumah.

Maka saya ingin ketika masuk kelas, mereka mulai dengan hati yang sadar dan bahagia,” ucap dia.

Kini Restu sedang mengembangkan latihan meditasi membuka hati untuk membantu anak-anak melepaskan emosi negatif.

Dia merasakan kelasnya semakin stabil, lebih empatik, dan tidak cepat tersulut konflik.

Harapan untuk Para Guru dan Dunia Pendidikan

Sebagai seorang pendidik yang terus menempuh perjalanan batin, Restu berharap guru-guru Indonesia juga menumbuhkan self-awareness dan empati.

“Guru perlu terus belajar, berinovasi, berkembang. Menjadi teladan itu penting, tidak hanya pandai mengajar, tetapi bijak dan sadar,” tegas dia.

Spiritualitas, sambungnya, bukan soal agama tertentu, tetapi tentang hadir sepenuhnya di kelas, menyadari emosi diri, dan memandu murid dengan kasih sayang.

Restu punya pandangan yang tegas mengenai masa depan pendidikan di Indonesia.

Dia berharap adanya kurikulum berbasis nilai dan kebijaksanaan, bukan sekadar angka.

“Kecerdasan majemuk dan keseimbangan jiwa itu penting. Mohon bisa kurangi beban administrasi, energi kami harusnya digunakan untuk interaksi bermakna dengan siswa, bukan menumpuk kertas,” harap dia.

Restu juga menekankan pentingnya otonomi profesional bagi guru untuk berkreasi di kelas serta penghargaan yang lebih baik, baik finansial maupun non-finansial.

“Guru itu profesi mulia. Perlakuannya juga harus mulia,” katanya.

Bagi Restu, menjadi guru bukan tentang bisa atau tidak bisa, tetapi tentang hadir dengan hati yang utuh.

BACA JUGA :

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh Nasiruddin menyampaikan permohonan maaf atas tidak teralokasinya insentif kesejahteraan pendidik non-ASN dalam APBD 2026. Pernyataan disampaikan melalui video pada Januari 2026 di Salatiga, sebagai bentuk tanggung jawab dan klarifikasi, sembari meminta kesabaran menunggu peninjauan ulang Pemkot Salatiga terkait solusi anggaran.
Kadisdik Salatiga Minta Maaf soal Insentif Rp 500 Ribu per Bulan untuk Ribuan Guru
Ribuan guru dan tenaga kependidikan non-ASN di Salatiga berduka setelah insentif kesejahteraan 2026 dipastikan tidak dianggarkan. Kebijakan ini berdampak pada pendidik PAUD dan sekolah lain di Salatiga sejak awal Januari 2026, memicu kekecewaan karena penghasilan mereka sangat bergantung pada insentif tersebut yang kini dihentikan melalui surat edaran Dinas Pendidikan.
Insentif Gagal Cair, Guru PAUD di Salatiga Sambat Kesejahteraan
Masih ditemukannya siswa SMP yang belum mampu membaca menjadi perhatian Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang. Ketua Dewan Pendidikan Djoko Sriyono mengungkapkan kondisi ini terjadi di Kabupaten Semarang pada Januari 2026, dipicu faktor keluarga, ekonomi, kebijakan kurikulum, serta minimnya layanan dan guru inklusi, sehingga diperlukan pembenahan sejak jenjang SD dengan penanganan khusus.
Miris! Masih Ada Siswa SMP di Kabupaten Semarang Belum Bisa Membaca, Sekolah Dinilai Belum Ramah Inklusi
Penghapusan insentif kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN menuai sorotan Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Yuliyanto di Salatiga, Januari 2026. Kebijakan ini dinilai akibat kegagapan birokrasi pascamutasi pejabat 2025, berdampak pada guru PAUD hingga SMP swasta, dan dinilai mengabaikan hak kesejahteraan pendidik.
Mantan Wali Kota Salatiga Sayangkan Penghapusan Insentif bagi Guru non-ASN

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran
Desa wisata Pesona Garda di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditunjuk sebagai venue resmi arung jeram pada Porprov Jateng 2026. Penunjukan dilakukan untuk mendukung sport tourism dan ekonomi warga. Pengelola lokal menyiapkan infrastruktur, pelatihan teknis, serta fasilitas penunjang demi suksesnya ajang tersebut.
Pesona Garda Jadi Venue Arung Jeram Porprov Jateng 2026

INFOGRAFIS

TERKINI

Upaya penyelundupan tembakau sintetis ke Lapas Ambarawa digagalkan Polres Semarang dengan mengamankan seorang pria berinisial RN. Peristiwa terjadi di Lapas Kelas IIA Ambarawa, Januari 2026, atas permintaan narapidana. Aksi dilakukan dengan menyembunyikan barang di deodoran dan diungkap melalui koordinasi petugas lapas dan kepolisian.
Selundupkan Tembakau Gorila ke Lapas Ambarawa Lewat Deodoran, Warga Bandungan Diciduk Polisi
Upaya penyelundupan tembakau sintetis ke Lapas Ambarawa digagalkan Polres Semarang dengan mengamankan seorang pria berinisial RN. Peristiwa terjadi di Lapas Kelas IIA Ambarawa, Januari 2026, atas permintaan...
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri di kawasan Danau Rawa Pening, Tuntang, Jumat (23/1/2026). Kegiatan melibatkan kader partai dan masyarakat, digelar untuk pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan, sebagai upaya menjaga ekosistem dan mendukung ekonomi warga.
Rayakan HUT Megawati, DPC PDI-P Kabupaten Semarang Pulihkan Ekosistem Lingkungan Rawa Pening
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri di kawasan Danau Rawa Pening, Tuntang, Jumat (23/1/2026). Kegiatan melibatkan kader partai dan masyarakat, digelar...
Pemkot Salatiga memastikan insentif guru dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dibayarkan pada 2026 meski sempat terhapus dari anggaran awal. Kepastian disampaikan Sekda Kota Salatiga di Salatiga, 22 Januari 2026, karena hasil rapat koordinasi TAPD. Pembayaran menunggu prosedur, dengan besaran tetap Rp500.000 per bulan.
Alhamdulillah, Nasib Guru non-ASN di Salatiga sudah Ada Titik Terang
Pemkot Salatiga memastikan insentif guru dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dibayarkan pada 2026 meski sempat terhapus dari anggaran awal. Kepastian disampaikan Sekda Kota Salatiga di Salatiga, 22 Januari...
PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas Semarang–Batang pada 2026, dilakukan karena penambahan investasi, serta diterapkan melalui evaluasi BPKP dengan komitmen peningkatan layanan dan standar pelayanan minimal jalan tol.
Penyesuaian Tarif Tol Semarang–Batang 2026, Ini Penjelasan Resmi Jasamarga Semarang–Batang
PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas...
Program Zero ODOL mendapat dukungan pengemudi truk di Jawa Tengah dengan catatan perlu penataan sistem angkutan secara menyeluruh. Asosiasi Pengemudi Independen, Ditlantas Polda Jateng, dan Kemenhub membahas kebijakan ini di Bergas, Kabupaten Semarang, 22 Januari 2026, untuk meningkatkan keselamatan tanpa mematikan mata pencaharian, melalui tarif jelas, pengawasan, dan solusi bertahap.
Dukung Zero ODOL, Pengemudi Minta Tarif dan Sistem Angkutan Ditata dari Hulu ke Hilir
Program Zero ODOL mendapat dukungan pengemudi truk di Jawa Tengah dengan catatan perlu penataan sistem angkutan secara menyeluruh. Asosiasi Pengemudi Independen, Ditlantas Polda Jateng, dan Kemenhub membahas...
Muat Lebih

POPULER

PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas Semarang–Batang pada 2026, dilakukan karena penambahan investasi, serta diterapkan melalui evaluasi BPKP dengan komitmen peningkatan layanan dan standar pelayanan minimal jalan tol.
Penyesuaian Tarif Tol Semarang–Batang 2026, Ini Penjelasan Resmi Jasamarga Semarang–Batang
Sebuah kontainer bermuatan 25 ton partikel kayu tumpah di Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini dialami truk kontainer tujuan Pelabuhan Tanjung Emas pada Selasa, 20 Januari 2026. Insiden terjadi akibat pintu kontainer terbuka mendadak, menyebabkan lalu lintas tersendat dan ditangani dengan sistem contra flow.
Pintu Kontainer Terbuka, 25 Ton Partikel Kayu Berceceran di Ruas Jalan Soekarno-Hatta Bawen, Lalin Tersendat
Kasus penelantaran bayi lima hari terungkap setelah Polres Salatiga mengamankan sepasang mahasiswa pelaku. Peristiwa itu terjadi di Panti Asuhan Salib Putih, Kota Salatiga, Januari 2026, dipicu rasa takut dan malu. Polisi mengungkap kasus melalui laporan warga, penyelidikan, dan pendekatan restorative justice.
Duo Mahasiswa di Salatiga Terlibat Cinta, Sampai Punya Bayi Terus Lari

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved