URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polda Jateng pada tahun 2022 mencapai titik perhatian yang tinggi. Menurut data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Mabes Polri, terdapat 30.763 kasus laka lantas dengan 4.390 korban meninggal dunia dalam setahun di Jateng, yang sebagian besar disebabkan oleh human error. Pihak kepolisian, bersama dengan PT Jasamarga dan Kementerian Perhubungan, sedang melakukan survei jalan menjelang liburan natal dan tahun baru untuk mengidentifikasi titik rawan (blackspot) dan perbaikan yang diperlukan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadapi Nataru, Ini Langkah Ditlantas Polda Jateng Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Hadapi Nataru, Ini Langkah Ditlantas Polda Jateng Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Hadapi Nataru, Ini Langkah Ditlantas Polda Jateng Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Direktur Bisnis PT Jasamarga Transjawa Tol Pratomo Bimawan Putra menyerahkan cinderamata kepada Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho usai menjadi narasumber dalam acara Temu Pelanggan PT Jasamarga Transjawa Tol Wilayah Jateng di Hotel Patra Semarang, Selasa (28/11/2023). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polda Jateng pada tahun 2022 terbilang tinggi. Berdasarkan data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Mabes Polri, angka laka lantas di Jateng mencapai 30.763 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 4.390 jiwa dalam setahun. Faktor penyebab utamanya adalah human error.

Fakta itu menuai keprihatinan berbagai pihak, mulai dari pengguna jalan hingga penyelenggara jalan baik jalan tol maupun konvensional (reguler). “Artinya, jika dirata-rata dalam satu hari ada 12 orang meninggal dunia akibat laka lantas,” ujar Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho usai acara Temu Pelanggan PT Jasamarga Transjawa Tol Wilayah Jateng di Hotel Patra Semarang, Selasa (28/11/2023).

Atas hal itu, pihaknya tengah melaksanakan sejumlah langkah untuk menekan kasus dan fatalitas laka lantas. Terlebih sebentar lagi akan menghadapi liburan natal dan tahun baru (nataru). Dijelaskan Agus, saat ini tim Korlantas Mabes Polri bersama dengan PT Jasamarga dan kementerian perhubungan sedang melaksanakan survei jalan.

“Meski nataru sudah jadi agenda rutin setiap tahun, kondisi jalan tol, pantura, jalur tengah, selatan dan sebagainya akan berubah. Setelah tim survei turun ke jalan, nanti akan ditentukan mana titik blackspot dan yang masih ada perbaikan jalan,” kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, pihak kepolisian juga akan melaksanakan penegakan hukum sudah masif dengan berkolaborasi bersama pengelola jalan. “Berupa pemasangan speedcam untuk menindak kecepatan kendaraan di ruas tol. Kalau yang di jalur reguler ada ETLE statis yang bisa merekam pelanggaran pengguna jalan,” urainya.

Kaitannya dengan arus mudik dan balik saat libur nataru, Agus mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat berkendara demi mewujudkan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Patuhi rambu lalu lintas, jangan melebihi batas kecepatan. Kondisi kendaraan dan badan harus fit, setiap tiga jam berkendara harus istirahat. Silakan manajemen waktu perjalanan diatur agar aman dan selamat,” bebernya.

Senada dengan Agus, Kepala Bidang Sistem Informasi Layanan Jalan Tol Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ali Rachmadi menyampaikan, faktor penyebab terbesar kecelakaan di jalan tol transjawa adalah kesalahan pengemudi seperti kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Selain itu ditemukan pula pelanggaran kendaraan over dimension, over load, overspeed, dan underspeed yang juga menjadi penyebab kecelakaan.

“Oleh karena itu, diharapkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menyiapkan langkah-langkap antisipasi untuk menekan risikonya dan keselamatan di jalan tol semakin baik,” paparnya.

Sementara dalam acara temu pelanggan ini, Pratomo Bimawan Putra selaku Direktur Bisnis PT Jasamarga Transjawa Tol dalam sambutannya menyampaikan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk meningkatkan engagement dan komitmen kepada para pengguna jalan tol Trans Jawa, khususnya di Wilayah Jawa Tengah.

“Sehingga pengelola jalan tol dapat meningkatkan hubungan yang erat dengan para penggunanya,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved