KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Harmony Green House Tawarkan Sensasi Wisata Petik Melon Kualitas Premium di Kabupaten Semarang

Harmony Green House Tawarkan Sensasi Wisata Petik Melon Kualitas Premium di Kabupaten Semarang

Harmony Green House Tawarkan Sensasi Wisata Petik Melon Kualitas Premium di Kabupaten Semarang

(Foto/win)
Pengunjung memetik melon sweet net di Harmony Green House, Dusun Bodean, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Rabu (30/8/2023).

[@]Musim kemarau yang terjadi saat ini justru mendatangkan berkah tersendiri bagi petani melon di Kabupaten Semarang. Seperti halnya yang dialami oleh pengelola Harmony Green House yang berada di Dusun Bodean, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus. Lokasi itu merupakan salah satu sentra pengembangan budidaya tanaman melon jenis sweet net di Kabupaten Semarang yang kini memasuki masa panen.

Menariknya, pengelola kawasan ini menawarkan sensasi wisata petik melon langsung dari pohonnya. Tak ayal, hal itu mampu menyedot animo pengunjung yang penasaran terhadap rasa dari melon kualitas premium ini.

“Ide awal sebenarnya kita melihat generasi muda saat ini jarang tertarik dunia pertanian. Apalagi budidaya melon jenis sweet net ini memang memerlukan modal yang lumayan. Tapi yang tidak disadari, ternyata potensinya sangat bagus,” kata Hasanudin (42), pemilik Harmony Green House saat ditemui di lokasi, Rabu (30/8/2023).

Berangkat dari ide itu, ia bersama rekan-rekannya yang lain berupaya mendongkrak minat para generasi muda setempat agar mau menggarap sektor pertanian secara maksimal. Apalagi melihat permintaan yang cukup tinggi di pasaran, maka sektor ini sangat menjanjikan.

“Jika itu bisa dilakukan, maka muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Khusus budidaya melon varian sweet net ini, diakui Hasanudin pangsa pasarnya memang menengah ke atas. Sebab, yang ditawarkan memang segi kualitasnya.

“Melon sweet net ini kita banderol Rp30 ribu per kilogramnya. Memang di atas harga melon yang biasa. Tapi dengan harga segitu bisa mendapatkan kualitas premium saya rasa tidak berlebihan. Apalagi di sini pengunjung bisa menikmati sensasi memetik langsung dari pohonnya,” ungkapnya.

Salah satu pengelola Harmony Green House, Ulul Afik Mafrukhan (37) mengungkapkan, modal awal yang diperlukan untuk membangun instalasi budidaya melon sweet net ini mencapai Rp70 juta.

“Terdiri dari green house-nya sendiri dengan luasan 11×22 meter persegi, bibit, dan instalasi perpipaannya,” bebernya.

Dari total lebih kurang 500 tanaman yang saat ini memasuki masa panen, ia mengaku bisa menghasilkan tidak kurang dari 5 kuintal buah melon. Ditambah cuaca saat penyemaian bibit hingga panen saat ini sangat bagus, sehingga berpengaruh terhadap kualitas buahnya.

“Kalaupun ada yang grade-nya di bawah, kita jualnya pasti lebih murah dan cepat habisnya,” paparnya.

Tantangan ke depan, lanjutnya, adalah bagaimana meningkatkan kualitas produksi dan daya tahan tanaman saat musim penghujan. Meski metode yang dipakai menggunakan green house, namun kelembapan udara yang cenderung tinggi saat musim penghujan turut mempengaruhi kualitas buah yang dihasilkan.

“Kita sudah memprediksi, saat musim hujan tetap bisa panen tetapi agak turun (kualitasnya) karena tanaman ini memang membutuhkan sinar matahari yang banyak,” sambungnya.

Sementara tenaga ahli pertanian Harmony Green House, Sigit Susanto (40) menuturkan, budidaya melon sweet net ini cukup mudah. Bahkan antara masa tanam hingga panen cukup singkat, yakni 70 hari setelah tanam (HST).

“Bibitnya dari Thailand, kita pesan secara online. Lalu kita semai selama 12 hari, setelah itu dipindah ke media tanam. Setelah umurnya mencapai 25 HST, masuk ke fase generatif (berbunga) dan bisa dipanen di usia 65-70 HST,” kata Sigit.

Keistimewaan melon sweet net ini adalah tekstur buah yang renyah (crunchy), warna jingga yang cerah, dan tentunya rasanya manis.

“Sesuai namanya, kadar manisnya bisa mencapai 18 brix. Kalau melon biasa, paling maksimal 10-11 brix. Cuma ya itu, volumenya tidak sebesar melon biasa, maksimal satu buahnya berkisar 1-1,2 kilogram,” ujarnya.

Salah satu pengunjung asal Kelurahan Lempongsari, Kota Semarang, Reza Pradana (30) mengatakan penasaran dengan melon jenis sweet net ini. Ia rela datang untuk bisa menikmati sensasi memetik buah asal Negeri Gajah Putih ini langsung dari pohonnya.

“Rasanya enak, manis pol, terus ada aroma wanginya. Bedanya, kalau melon biasa cenderung lembek. Sweet net ini renyah, mirip jambu kristal tapi tetap lembut,” katanya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]