KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Noreenfarm Salatiga Hadirkan Wisata Petik Melon Sendiri dengan Harga Terjangkau

Noreenfarm Salatiga Hadirkan Wisata Petik Melon Sendiri dengan Harga Terjangkau

Noreenfarm Salatiga Hadirkan Wisata Petik Melon Sendiri dengan Harga Terjangkau

Noreenfarm di Kota Salatiga menghadirkan wisata unik dan menyehatkan berupa aktivitas memetik melon premium langsung dari pohonnya dengan harga terjangkau, yakni Rp 25 ribu per kilogram selama masa promosi. Usaha ini digagas oleh Andi Fauzan, warga setempat yang memanfaatkan lahan kosong miliknya di Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, untuk pertanian modern berbasis hidroponik.
Foto Arief Rasika
Wakil wali kota Salatiga, Nina Agustin saat memetik buah Melon di Noreenfarm.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Anda merasa capek setelah sepekan bekerja? Bahkan kadangkala kesibukan seringkali membuat kepala penat dan hati suntuk. Tak heran, akhir pekan jadi momen yang paling ditunggu untuk menyegarkan kembali pikiran. Kalau Anda sedang mencari destinasi wisata yang unik, murah meriah, sekaligus menyehatkan, Noreenfarm yang ada dikota Salatiga bisa jadi pilihan yang pas.

Terletak di Kauman Kidul RT 1 RW 4, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Noreenfarm menyuguhkan pengalaman berbeda, yakni memetik melon premium langsung dari pohonnya. Tak tanggung-tanggung, melon kualitas impor di sini bisa dibawa
pulang hanya dengan Rp 25 ribu per kilogram, selama bulan promosi ini.

Dalam wawancara santai, pemilik Noreenfarm, Andi Fauzan, mengaku bahwa awal mula usaha ini sebenarnya berasal dari keisengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak terpakai. Alih-alih membangun properti, Andi justru memilih membudidayakan tanaman dengan konsep pertanian modern.

“Kalau semua dibikin bangunan, eman-eman. Akhirnya kita bikin lahan pertanian, tetapi pertanian yang moderen, hidroponik dan tanamanya kita memilih melon. Karena masa penanaman hingga panen jauh lebih cepat,” ungkapnya, Minggu (4/5/2025).

Namun, bukan berarti tanpa tantangan. Menurut Andi, melon menyukai iklim panas.Sedangkan musim hujan seperti sekarang membuatnya harus ekstra waspada terhadap serangan jamur.

“Karena uap itu kan bisa membawa jamur. Keuntungan kita, karena kita di greenhouse sehingga hama dari luar sangat minim masuk. Jadi penyakit yang sering kita temui ya jamur itu,” bebernya.

Kehadiran Noreenfarm ini pun mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin. Saat mengunjungi lokasi, ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

“Ini sangat luar biasa bisa memanfaatkan lahan yang ada dan hasilnya sangat luar biasa. Ini bisa dijadikan tempat wisata buat keluarga dan bisa dipromosikan. Saya melihat sendiri hasilnya. Gemes juga lihat hasilnya tuh,” ucap Nina yang datang dengan keluarga.

Ia berharap inisiatif seperti ini bisa menjalar ke daerah lain di Salatiga.

“Mungkin wisata buah bukan hanya melon. Semoga bermunculan tempat wisata baru dengan buah-buah lainya,” harapnya.

Lebih lanjut, Nina juga menyebut bahwa usaha seperti ini bisa menjadi inspirasi dan sumber penghasilan tambahan bagi warga.

“Tentunya Pemkot Salatiga akan mensuport. Karena hal-hal seperti ini bisa membuat kemajuan suatu wilayah. Mungkin ke depan kita bisa adakan penyuluhan di sini, agar hasilnya jauh lebih baik,” pungkasnya.

Jadi, jika akhir pekan ini Anda bingung mau ke mana, cobalah mampir ke Noreenfarm. Anda bisa langsung meetik melon, selfie di greenhouse, dan menikmati manisnya hasil bumi Salatiga.

– Andi saat diwawancara Rasika FM
– Nina Agustin Wakil Wali Kota Salatiga

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
Pilkades Serentak 14 Desember, Polres Semarang Siapkan Skenario Kontinjensi
Pilkades Serentak 14 Desember, Polres Semarang Siapkan Skenario Kontinjensi
[pekok2]