URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Noreenfarm di Kota Salatiga menghadirkan wisata unik dan menyehatkan berupa aktivitas memetik melon premium langsung dari pohonnya dengan harga terjangkau, yakni Rp 25 ribu per kilogram selama masa promosi. Usaha ini digagas oleh Andi Fauzan, warga setempat yang memanfaatkan lahan kosong miliknya di Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, untuk pertanian modern berbasis hidroponik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Noreenfarm Salatiga Hadirkan Wisata Petik Melon Sendiri dengan Harga Terjangkau

Noreenfarm Salatiga Hadirkan Wisata Petik Melon Sendiri dengan Harga Terjangkau

Noreenfarm Salatiga Hadirkan Wisata Petik Melon Sendiri dengan Harga Terjangkau

Noreenfarm di Kota Salatiga menghadirkan wisata unik dan menyehatkan berupa aktivitas memetik melon premium langsung dari pohonnya dengan harga terjangkau, yakni Rp 25 ribu per kilogram selama masa promosi. Usaha ini digagas oleh Andi Fauzan, warga setempat yang memanfaatkan lahan kosong miliknya di Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, untuk pertanian modern berbasis hidroponik.
Foto Arief Rasika
Wakil wali kota Salatiga, Nina Agustin saat memetik buah Melon di Noreenfarm.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Anda merasa capek setelah sepekan bekerja? Bahkan kadangkala kesibukan seringkali membuat kepala penat dan hati suntuk. Tak heran, akhir pekan jadi momen yang paling ditunggu untuk menyegarkan kembali pikiran. Kalau Anda sedang mencari destinasi wisata yang unik, murah meriah, sekaligus menyehatkan, Noreenfarm yang ada dikota Salatiga bisa jadi pilihan yang pas.

Terletak di Kauman Kidul RT 1 RW 4, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Noreenfarm menyuguhkan pengalaman berbeda, yakni memetik melon premium langsung dari pohonnya. Tak tanggung-tanggung, melon kualitas impor di sini bisa dibawa
pulang hanya dengan Rp 25 ribu per kilogram, selama bulan promosi ini.

Dalam wawancara santai, pemilik Noreenfarm, Andi Fauzan, mengaku bahwa awal mula usaha ini sebenarnya berasal dari keisengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak terpakai. Alih-alih membangun properti, Andi justru memilih membudidayakan tanaman dengan konsep pertanian modern.

“Kalau semua dibikin bangunan, eman-eman. Akhirnya kita bikin lahan pertanian, tetapi pertanian yang moderen, hidroponik dan tanamanya kita memilih melon. Karena masa penanaman hingga panen jauh lebih cepat,” ungkapnya, Minggu (4/5/2025).

Namun, bukan berarti tanpa tantangan. Menurut Andi, melon menyukai iklim panas.Sedangkan musim hujan seperti sekarang membuatnya harus ekstra waspada terhadap serangan jamur.

“Karena uap itu kan bisa membawa jamur. Keuntungan kita, karena kita di greenhouse sehingga hama dari luar sangat minim masuk. Jadi penyakit yang sering kita temui ya jamur itu,” bebernya.

Kehadiran Noreenfarm ini pun mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin. Saat mengunjungi lokasi, ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

“Ini sangat luar biasa bisa memanfaatkan lahan yang ada dan hasilnya sangat luar biasa. Ini bisa dijadikan tempat wisata buat keluarga dan bisa dipromosikan. Saya melihat sendiri hasilnya. Gemes juga lihat hasilnya tuh,” ucap Nina yang datang dengan keluarga.

Ia berharap inisiatif seperti ini bisa menjalar ke daerah lain di Salatiga.

“Mungkin wisata buah bukan hanya melon. Semoga bermunculan tempat wisata baru dengan buah-buah lainya,” harapnya.

Lebih lanjut, Nina juga menyebut bahwa usaha seperti ini bisa menjadi inspirasi dan sumber penghasilan tambahan bagi warga.

“Tentunya Pemkot Salatiga akan mensuport. Karena hal-hal seperti ini bisa membuat kemajuan suatu wilayah. Mungkin ke depan kita bisa adakan penyuluhan di sini, agar hasilnya jauh lebih baik,” pungkasnya.

Jadi, jika akhir pekan ini Anda bingung mau ke mana, cobalah mampir ke Noreenfarm. Anda bisa langsung meetik melon, selfie di greenhouse, dan menikmati manisnya hasil bumi Salatiga.

– Andi saat diwawancara Rasika FM
– Nina Agustin Wakil Wali Kota Salatiga

BACA JUGA :

Ribuan warga memadati Halaman Pemerintah Kota Salatiga pada 21 Juni 2026 dalam gelaran Dolan Solotigo 2026. Acara yang dibuka Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menghadirkan fun run, fun bike, zumba, biliar, dan bazar UMKM. Melalui kolaborasi berbagai komunitas, kegiatan ini digelar untuk memperkuat pariwisata berbasis pengalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan promosi Kota Salatiga sebagai destinasi wisata unggulan.
Ajang Dolan Solotigo! Ribuan Warga Lari, Gowes, dan Nikmati Serunya Wisata Kota
Lokasi wisata alam baru di perbatasan Desa Lerep dan Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, ramai dikunjungi wisatawan setelah viral di media sosial dalam tiga pekan terakhir. Popularitas kawasan dengan aliran air jernih dari lereng Gunung Ungaran itu bermula dari konten yang dibuat Karang Taruna Desa Lerep bersama mahasiswa KKN UPGRIS dan UNNES.
Ini Dia Kalipangus, Obyek Wisata Dadakan yang Viral di Ungaran
Penambahan wahana wisata dilakukan Pemkab Semarang di Bukit Cinta, Desa Kebondowo, Banyubiru, Senin (16/3/2026), dengan menghadirkan permainan air, aviary, playground, dan gokart guna menarik kunjungan wisatawan serta memberikan destinasi rekreasi ramah keluarga saat libur Idulfitri.
Wahana Baru Bukit Cinta Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Lebaran
Patirtan Penjawi Resto dan Resort resmi diluncurkan di Desa Plumbon, Suruh, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). Owner Iwan Gunawan Herdiwanto menghadirkan wisata pemandian alami dengan sensasi ikan dewa untuk relaksasi dan pengalaman spiritual. Konsep alam, sejarah, resto Nusantara, dan penginapan bernuansa desa menjadi daya tarik jelang Ramadan.
Sering “Kungkum” di Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Wajah Terlihat Awet Muda
Potensi pariwisata Kabupaten Semarang dinilai belum berdampak maksimal terhadap ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang pada 17 Januari 2026, menyusul rendahnya lama kunjungan wisatawan. Kondisi dipicu dominasi wisatawan lokal, minimnya kunjungan menginap, dan keterbatasan hotel berbintang, sehingga didorong promosi luar daerah dan penguatan event wisata.
Lama Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Masih Rendah, Disparta Dorong Promosi Luar Daerah dan Event Malam Hari
Sendratari sejarah “Babad Fort Willem I” akan dipentaskan perdana oleh kolaborasi seniman Ambarawa di kawasan Benteng Fort Willem I, Ambarawa, Sabtu 17 Januari 2026 malam. Pertunjukan ini digelar untuk menghidupkan kembali sejarah benteng melalui seni tari, musik, dan visual, sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya.
Tiru Konsep Sendratari Ramayana Prambanan, Babad Fort Willem I Resmi Pentas Perdana di Benteng Pendem Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026